Diversifikasi Produk yang Penting Diketahui Bagi Produsen dan Toko Ritel

Produk yang semakin beranekaragam di pasaran membuat minat konsumen untuk berbelanja semakin tinggi. Penganekaragaman produk tersebut dikenal dengan istilah diversifikasi. Melalui diversifikasi produk baik produsen maupun toko ritel berusaha untuk meningkatkan volume penjualannya.

Strategi diversifikasi ini dilakukan dengan cara menambahkan jenis produknya atau melakukan penganekagaman untuk memperluas pangsa pasar sehingga menambah keuntungan dan sekaligus juga memenuhi kebutuhan konsumen.


Via Lifepal

Apa yang Dimaksud Diversifikasi Produk?


Diversifikasi adalah upaya yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam mencari dan mengembangkan produk atau pasar yang baru, guna untuk meningkatkan omzet penjualan.

Pelaku usaha baik produsen maupun pedangang ritel berupaya memenuhi selera dan kebutuhan konsumen melalui penganekaragaman produk, yaitu menciptakan atau mengadakan produk baru sehingga tidak bergantung pada satu jenis produk.

Manfaat Diversifikasi Produk


 

Diversifikasi sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing pasar di tengah persaingan bisnis yang ketat.

Visi jangka pendek dari strategi diversifikasi produk ini adalah untuk menciptakan keanekaragaman produk. Sedangkan tujuannya adalah untuk meningkatkan volume atau kuantitas penjualan.

Manfaat diversifikasi produk bagi produsen adalah sebagai berikut:

  • Memaksimumkan profit dengan cara ekspansi perusahaan.
  • Meningkatkan kembali pertumbuhan penjualan yang mengalami penurunan.
  • Menandingi penawaran baru dari pesaing.
  • Memenuhi kebutuhan dari segmen tertentu.
  • Produsen tidak hanya tergantung pada satu jenis produk, akan tetapi juga dapat mengandalkan produk lainnya karena ketika mengalami penjualan yang lesu pada salah satu jenis produknya, maka akan dapat diatasi dengan produk jenis lainnya. 

Sementara itu manfaat diversifikasi produk yang dilakukan oleh toko ritel adalah sebagai berikut:

  • Pedagang ritel tidak bergantung pada satu pasar saja. 
  • Memenuhi kebutuhan konsumen yang keinginannya berubah-ubah.
  • Meningkatkan jumlah pengunjung toko sehingga kesempatan untuk mendapatkan calon pembeli semakin besar.


 

Metode Diversifikasi Produk



Berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan baik bagi produsen maupun pemilik toko ritel dalam penganekaragaman produk yang dijual:

  1. Diversifikasi Konsentris, yaitu penganekaragaman produk dengan cara memperkenalkan produk-produk baru yang terkait dengan produk yang sudah ada dan dijual kepada konsumen yang sama.
  2. Diversifikasi Horizontal, yaitu penganekaragaman produk untuk dijual kepada konsumen yang sama dengan cara menambah produk-produk baru yang tidak berkaitan dengan produk yang telah ada sebelumnya.
  3. Diversifikasi Konglomerat, yaitu penganekaragaman produk dengan cara menciptakan atau mengadakan produk yang terbaru hasil inovasi, tidak memiliki hubungan dengan produk yang sudah ada sebelumnya, dan dijual kepada konsumen yang berbeda.

 

Diversifikasi Produk yang Dapat Dilakukan Toko Ritel


Diversifikasi produk yang di jual di toko ritel merupakan salah satu inovasi atau strategi pedagang ritel yang dilakukan untuk meningkatkan besarnya keuntungan pemilik bisnis ritel di tengah pesatnya perkembangan minimarket.

Adapun diversifikasi produk yang dapat dilakukan toko ritel contohnya seperti produk sayuran, bensin, elpiji, pulsa dan lain sebagainya. 


Dengan melakukan diversifikasi produk, pedagang ritel dapat membuat perbedaan dengan pesaingnya yang menjadikan peluang untuk meningkatkan omzet penjualan di toko ritel tersebut. Jika omzet meningkat, maka pendapatan usaha toko ritel juga akan meningkat.



Alasan Produsen Melakukan Diversifikasi Produk

 
Berikut ini adalah beberapa alasan yang saling terkait satu dengan lainnya yang mendorong produsen melakukan diversifikasi produk:

  1. Perkembangan teknologi, di mana produsen dapat memanfaatkan teknologi yang terbaru tersebut untuk meningkat jumlah produksi barang.
  2. Selera konsumen, di mana selera konsumen yang berubah-ubah harus diikuti oleh produsen guna untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut. Selera konsumen sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tingkat pendapatan, pendidikan, perkembangan gaya hidup masyarakat, dan loyalitas konsumen terhadap produk.
  3. Persaingan bisnis yang semakin ketat, yaitu perusahaan dituntut untuk terus melakukan inovasi dan juga perbaikan terus-menerus terhadap kualitas produknya.
  4. Siklus hidup produk (product life cycle) yang pendek, di mana produk jenis ini mudah tergantikan oleh produk sejenis yang lebih user-friendly dan canggih sehingga perusahaan terdorong untuk terus mengembangkan produknya.
  5. Keinginan meningkatkan profit perusahaan, yaitu perusahaan memperkuat posisi produknya dengan menciptakan produk baru di pasar sehingga dapat memperluas target konsumennya, dan diharapkan dari semua itu dapat meningkatkan laba perusahaan.

Itulah ulasan mengenai diversifikasi produk yang dapat dilakukan oelaku bisnis baik oleh produsen maupun pelaku bisnis ritel. Diversifikasi dilakukan oleh produsen untuk memperkuat keunggulan bersaing dengan kompetitornya serta untuk memperkecil risiko investasi. Sementara itu bagi pedagang ritel, produk yang beranekaragam yang dijajakan di tokonya akan membuat konsumen percaya bahwa berbagai kebutuhannya dapat terpenuhi hanya dengan sekali datang ke toko tersebut. Tidak perlu melakukan perjalanan ke toko lainnya.

Diversifikasi produk membuat para pelaku usaha menjadi pengusaha yang bergerak di bidang multi bisnis, yang tidak hanya bergerak dalam satu lini bisnis saja. Manfaatnya semakin beragam lini bisnis yang digelutinya, semakin banyak pula sumber pendapatan yang dimiliki oleh pengusaha tersebut.

0 komentar

Post a Comment