Apa itu Employee Engagement? Berikut Prinsip, Karakteristik, dan Cara Menciptakannya

Sebuah organisasi atau perusahaan membutuhkan karyawan yang cekatan, gesit, dan proaktif antisipatif. Untuk menciptakan karyawan yang dimaksud, organisasi harus membangun karyawan yang memiliki keterikatan (employee engagement) terhadap pekerjaan dan organisasinya. Organisasi yang dikelilingi oleh karyawan yang engaged dalam pekerjaannya akan dengan mudah mencapai tujuan organisasi.


Apa itu Employee Engagement?



Employee engagement adalah karyawan yang sepenuhnya terikat dan sepenuhnya mendedikasikan dirinya terhadap pekerjaan dan organisasinya yang terhubung baik secara fisik, kognitif. emosi dan attitude-nya untuk kinerja organisasi di mana ia berkarya.

Karyawan yang memiliki engaged meyakini pekerjaan yang dilakoni berarti bagi dirinya dan lingkungan kerjanya. Selain itu, karyawan juga memahami dengan baik tugas dan perannya di organisasi, kontribusinya memiliki dampak yang positif bagi kemajuan organisasi, dan merasa dilibatkan dalam perumusan dan pencapaian target organisasi.

Prinsip Menciptakan Engagement


Dalam menciptakan employee engagement antara karyawan dengan organisasinya bukanlah suatu hal yang mudah. Peran baik dari karyawan maupun organisasi harus sama-sama mampu bekerja sama untuk dapat menciptakan engagement di tempat kerja. 

Terdapat beberapa prinsip untuk menciptakan engagement tenaga kerja, antara lain:
 

  • Kapasitas atau capability karyawan dalam dunia kerja
  • Motivasi karyawan untuk bekerja
  • Karyawan memiliki kesempatan untuk bebas mengekspresikan output terbaik setiap harinya
  • Karyawan memahami apa yang diharapkan organisasi pada dirinya
  • Organisasi memberikan sarana kerja yang layak
  • Pegawai memperoleh reward atau penghargaan yang pantas
  • Terjalinnya hubungan yang hangat antara atasan dan rekan kerja
  • Organisasi memberikan peluang untuk berkembang

 

Cara Menciptakan Employee Engagement


Agar karyawan dapat merasakan engaged dalam bekerja, maka perusahaan atau organisasi harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
 

1. Feelings of urgency

Urgensi merupakan energi atau keaktifan kognitif yang diarahkan pada pencapaian tujuan. Top management (manajemen puncak) bersama dengan bawahannya perlu untuk merumuskan tujuan arau target can cara mencapainya. Sehingga para karyawan tersebut akan merasakan arti penting dirinya, arti penting pekerjaan yang dikerjakan, arti penting kontribusi dirinya, serta dampak langsung dari keluaran kerjanya.
 

2. Feelings of being focused

Karyawan yang merasa engaged akan fokus pada pekerjaannya. Mereka akan fokus dalam mengerjakan apa yang sudah menjadi tugasnya, dan tidak akan mudah terganggu dengan keadaan sekitarnya. 


3. Feelings of intensity

Intensitas merupakan karyawan yang bekerja keras, meskipun terdapat gangguan dari luar. Feeling of intensity ini di atasnya being focused. Karyawan akan mencurahkan perhatian dan energinya dalam menjalankan tugasnya agar selesai dengan cepat dan benar.
 

4. Feelings of enthusiasm

Banyak yang menafsirkan pegawai yang engage adalah pegawai yang memiliki antusias yang tinggi terhadap pekerjaannya. Karyawan ini bersedia menerima tantangan atau tugas yang bukan bersifat ruitin, serta mau berbagi dan bekerja sama dengan partner kerjanya.
 

Elemen Penting dalam Employee Engagement

Seringkali karyawan tidak mengerti mengapa harus menjalankan tugasnya, untuk apa melakukan tugas itu atau apakah mengejar suatu target baru? Job desc yang dikerjakan dirasakan tanpa makna, hanya untuk memenuhi rutinitas dan mencapai kinerja. Padahal teori employee engagement menegaskan bahwa keterikatan tumbuh bila pekerjaan memiliki makna (meaningful) atau pegawai merasakan bahwa pekerjaannya memiliki arti atau berarti penting.

Terdapat tiga elemen penting dalam employee engagement, yaitu vigor, dedication, dan absorption.

 

  • Vigor, yaitu employee engagement yang dibuktikan melalui kekuatan fisik dan mental dari si karyawan ketika ia menjalankan tugasnya. Karyawan cenderung memiliki keberanian yang tinggi untuk melakukan usaha dengan sungguh-sungguh di dalam pekerjaan sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.
  • Dedication, yaitu employee engagement yang dibuktikan atau tergambar dari antusias karyawan dalam bekerja, bangga dengan pekerjaan yang dilakukan.
  • Absorption, yaitu employee engagement yang digambarkan dengan perilaku karyawan yang memberikan perhatian penuh terhadap pekerjaannya. Absorption mencerminkan keadaan karyawan yang merasa senang dirinya dalam mengerjakan tugas secara total, berkonsentrasi tinggi, dan bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaannya.

Karakteristik Employee Engagement


Karakteristik karyawan yang memiliki rasa engaged akan ditunjukkan melalui perilakunya yaitu: 

  • Presistence, yaitu perilaku karyawan yang berhubungan dengan keteguhan dalam menyelesaikan tugasnya.
  • Proactivity, yaitu perilaku kritis dan cenderung bersikap proaktif, tidak pasif (tidak menunggu diperintah baru mau bekerja)
  • Role expansion, yaitu perilaku karyawan yang memperluas tugas dan perannya, artinya kerelaan untuk menerima tambahan tugas baik berasal dari inisiatif manajemen ataupun inisiatif sendiri.
  • Adaptability, yaitu kemampuan beradaptasi karyawan sehingga akan terbangun kebersamaan dimana dalam menjalankan tugasnya menjadi suatu kegembiraan dan tumbuh saling kepercayaan.


Karyawan yang bisa mencapai engaged dalam pekerjaannya akan bersedia memberikan kontribusi dan gagasanya karena ia merasa menjadi bagian penting organisasi. Karyawan ini bukan hanya memburu renumerasi atau take home pay bulanan. Jelaslah, karyawan yang seperti ini adalah dambaan dan andalan atasan dan organisasi. Organisasi dan atasan tentu takut kehilangan karyawan yang berkinerja baik.

0 komentar

Post a comment