Seberapa Menguntungkan Usaha Pecel Lele? Peluang, Resiko, dan Analisa Usahanya

Author -  Admin Pengadaan

Warung pecel lele dapat ditemukan dengan sangat mudah di sekeliling kita. Meskipun persaiangannya cukup keteta, dari dulu hingga sekarang, warung-warung tersebut tetap laris dan mampu bertahan. Melihat hal tersebut, tak heran jika banyak orang yang ingin membuka usaha pecel lele.


Jenis usaha kuliner ini memang cukup menguntungkan. Namun, usaha ini tentu juga memiliki resiko karena persaingan usahanya cukup ketat. Bagi Anda yang ingin membuka warung pecel lele, Anda sebaiknya membekali diri dengan informasi lengkap mengenainya terlebih dahulu.




Mengapa Usaha Pecel Lele Banyak Ditemukan di Indonesia?

Pecel Lele


Warung pecel lele adalah warung makan atau tempat lesehan yang menyajikan menu nasi hangat bersama lele goreng/bakar, sambal, dan lalapan. Meski nama usahanya adalah warung pecel lele, namun menu yang ditawarkan sebenarnya cukup beragam, contohnya ayam dan nila goreng.

Pecel Ayam



Usaha warung pecel lele banyak dijalani oleh pelaku usaha karena warung ini cukup mudah dikelola. Memasak nasi, lele goreng/bakar, sambal, dan menyiapkan lalapan bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. 


Pelaku usaha juga tidak kesulitan dalam memperoleh bahan baku lele, ayam, tempe, tahu, sayuran, dan bahan-bahan lainnya. Selain itu, Sebagian masyarakat menyukai hidangan ini karena enak dan terjangkau. Sehingga, jika dilihat dari faktor tersebut, usaha warung pecel lele dapat dijalani oleh siapa saja.


Peluang dan Resiko Usaha Warung Pecel Lele


Seperti juga jenis usaha lainnya, usaha pecel lele juga menawarkan peluang dan resiko usaha. Pemahaman yang baik tentang kedua hal tersebut sangat diperlukan oleh calon pelaku usaha ini guna merencanakan strategi bisnisnya.


1. Peluang Usaha Warung Pecel Lele


Usaha warung pecel lele dapat menjadi sebuah usaha yang sangat menguntungkan karena usaha ini memiliki beberapa peluang menarik. Apa saja peluang usaha warung pecel lele?

  • Harga pecel lele dapat dijangkau oleh banyak kalangan.
  • Banyak orang menyukai pecel lele.
  • Bahan baku pecel lele mudah diperoleh dan dimasak.
  • Modal membuka usaha warung pecel lele tidak terlalu besar.

Baca: Membangun Bisnis Cilok yang Sukses Disertai Analisis Peluang Usahanya

2. Resiko Usaha Warung Pecel Lele


Usaha warung pecel lele memiliki beberapa resiko. Meski demikian, resiko usaha tersebut bukan tanpa solusi. Pelaku usaha yang jeli dapat menyiasatinya dengan strategi tertentu. Resiko membuka warung pecel lele adalah sebagai berikut.


  • Warung pecel lele yang didirikan di trotoar rentan terhadap penggusuran dari satpol PP.
  • Persaingan usaha sangat ketat.
  • Cabai yang merupakan salah satu bahan baku utama pecel lele sering mengalami kenaikan harga yang sangat drastis sehingga mengganggu pendapatan usaha.
  • Adanya pungli dari preman atau pihak yang sok berkuasa.

Baca juga: Kendala dalam Berwirausaha dan Faktor Penyebab: Ini Solusinya!

Tips Mengembangkan Usaha Warung Pecel Lele



Mengingat bahwa persaingan usaha warung pecel lele sangat ketat, maka Anda yang hendak membuka usaha ini harus tahu tips dan trik mengembangkan usaha kuliner ini agar lebih sukses dari warung pecel lele lainnya.


1. Pilih Lokasi Strategis


Lokasi menjadi kunci kesuksesan warung pecel lele. Warung yang terletak di area dekat kampus, area perkantoran, dan di tengah kota pasti lebih ramai pembeli. Namun, pastikan juga bahwa lokasi tersebut minim persaingan.


2. Menjaga Kualitas Rasa Pecel Lele


Agar pelanggan terus kembali lagi ke warung pecel lele Anda. Kualitas rasa pecel lele dan menu-menu lainnya perlu dijaga. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan bahan baku berkualitas dan mengolahnya dengan takaran bumbu yang pas.

3. Berikan Layanan Prima Kepada Pelanggan

Memberikan pelayanan prima kepada pelanggan merupakan suatu keharusan jika ingin warung pecel lele Anda laris. Maka, keramahan pelayan dan kenyamanan serta kebersihan tempat perlu dipertahankan.


4. Lakukan Manajemen Bisnis yang Baik

Tanpa manajemen bisnis yang baik, warung pecel lele tidak akan mampu bertahan lama. Oleh karenanya, Anda sebaiknya belajar tentang manajemen bisnis kuliner terlebih dahulu sebelum membuka usaha ini.


5. Ciptakan Konsep Warung Pecel Lele yang Beda dari Lainnya

Agar bisa bersaing dengan warung pecel lele lain dalam menarik pelanggan, Anda sebaiknya menciptakan konsep warung pecel lele yang beda dari yang lain. Hal ini mungkin akan membuat Anda mengeluarkan uang lebih untuk modal, tapi hasilnya pasti memuaskan


6. Gunakan Nama Unik Usaha Pecel Lele

Cara lain untuk menarik pelanggan adalah dengan cara menggunakan nama unik untuk usaha kuliner tersebut. Beberapa contoh nama warung pecel lele yang unik adalah:

  • Warung Pecel Lele Surga, Sambal Neraka
  • Pecel Lele Laverpool
  • Warung Pecel Lele Iyoshimura
  • Pecel Lele War-Nyet (Warung Penyet)
  • Gubug Makan Pecel Lele
  • Pecel Lele Alas Daun


Analisa Keuntungan Usaha Warung Pecel Lele


Berapa modal buka usaha warung pecel lele dan berapa besar keuntungannya? Modal usaha ini bervariasi, tergantung lokasi dan konsep.

Untuk mengetahui rincian modal dan perkiraan keuntungan warung pecel lele, Anda perlu melakukan analisa usaha seperti di bawah ini.



Analisa Keuntungan Usaha Warung Pecel Lele

Asumsi

Pada analisa ini, diasumsikan bahwa ketahanan masa gerobak, terpal, dan rangka tenda adalah 3 tahun, masa penggunaan kompor, alat masak, dan meja kursi/tikar adalah 2 tahun, dan masa penggunaan alat makan dan spanduk adalah 1 tahun.

Modal Awal

  • Gerobak (rak display dan meja) = Rp2.300.000
  • Rangka Tenda = Rp800.000
  • Terpal = Rp600.000
  • Meja dan kursi/tikar = Rp850.000
  • Kompor gas = Rp300.000
  • Peralatan Masak = Rp800.000
  • Peralatan Makan = Rp300.000
  • Spanduk = Rp100.000

Total = Rp6.050.000

Biaya Penyusutan

  • Gerobak (rak display dan meja) = Rp2.300.000 x 1/36 = Rp63.900
  • Rangka Tenda = Rp800.000 x 1/36 = Rp22.200
  • Terpal = Rp600.000 x 1/36 = Rp16.700
  • Meja dan kursi/tikar = Rp850.000 x 1/24 = Rp35.400
  • Kompor gas = Rp300.000 x 1/24 = Rp12.500
  • Peralatan Masak = Rp800.000 x 1/24 = Rp33.300
  • Peralatan Makan = Rp300.000 x 1/12 = Rp25.000
  • Spanduk = Rp100.000 x 1/12 = Rp8.300

Total = Rp217.300

Biaya Bahan Baku per Hari

  • Lele 2kg = Rp50.000
  • Ayam 3kg = Rp100.000
  • Nila 1kg = Rp45.000
  • Lalapan = 30.000
  • Cabai dan bumbu = 75.000
  • Beras 3kg = Rp40.000
  • Gas 3kg = Rp20.000
  • Minyak goreng = Rp50.000
  • Bahan untuk minuman = Rp40.000
  • Lain-lain = Rp 30.000

Total = Rp480.000

Biaya Operasional per Bulan

  • Sewa tempat = Rp500.000
  • Gaji Pegawai 2 orang = Rp2.800.000
  • Bahan baku Rp480.000 x 30 = Rp 14.400.000
  • Retribusi = Rp100.000
  • Biaya penyusutan = Rp217.300
  • Transport = Rp200.000

Total = Rp18.217.300

Pendapatan per Bulan

  • 15 porsi pecel lele/hari x Rp16.000 x 30 = Rp7.200.000
  • 15 porsi ayam/per hari x Rp18.000 x 30 = Rp8.100.000
  • 3 porsi ayam penyet/per hari x Rp18.000 x 30 =Rp1.620.000
  • 10 porsi ayam bakar/per hari x Rp18.000 x 30 = Rp5.400.000
  • 5 porsi nila/hari x Rp 22.000 x 30 = Rp3.300.000
  • 35 gelas es tes x Rp3.000 x 30 = Rp3.150.000
  • 13 gelas es jeruk x Rp3.000x30 = Rp1.170.000

Total = Rp29.940.000

Laba per bulan

Pendapatan/bulan – biaya operasional/bulan = Rp29.940.000 – Rp18.217.300 = Rp11.722.700


Untuk selengkapnya terkait paket menu harga warung pecel lele dapat dilihat pada gambar tabel di bawah ini:



Harga di atas belum termasuk paket nasi pecel nila dan minuman. Silahkan sesuaikan dengan hitungan laba yang ingin dicapai.

Usaha pecel lele ternyata cukup menguntungkan. Namun, untuk bisa mencapai keuntungan tersebut, Anda tentu harus memiliki strategi marketing dan promosi yang baik. Dengan demikian, usaha ini dapat terus berdiri dan laris.

0 komentar

Post a Comment