Objective Matrix (Omax): Pengertian, Tahapan, Kelebihan dan Kekurangan, dan Contoh Implementasinya

Author -  Admin Pengadaan

Produktivitas suatu perusahaan perlu dipantau secara berkala. Pemantauan terutama diperlukan jika terdapat indikasi penurunan produktivitas sehingga perusahaan langsung dapat melakukan evaluasi. Untuk tujuan ini, perusahaan dapat menggunakan sistem pengukuran objective matrix (omax).

Produktivitas memiliki peranan yang sangat penting dalam perusahaan. Produktivitas yang baik akan membantu perusahaan bersaing dengan lebih kompetitif dibandingkan perusahaan lain. Untuk tujuan ini omax dapat diterapkan secara rutin.



Pengertian Objective Matrix (Omax)


Objective matrix (omax) merupakan sebuah sistem pengukuran produktivitas parsial yang diciptakan untuk memantau produktivitas pada sebuah perusahaan atau pada setiap bagiannya saja dengan kriteria produktivitas yang sesuai dengan keberadaan bagian tersebut (objective).

Sistem pengukuran tersebut pertama kali dikembangkan oleh Prof. J.L. Riggs pada tahun 1980an. Hingga saat ini, omax masih dipakai untuk memantau produktivitas bagian-bagian perusahaan.

Konsep dasar omax adalah menggabungkan beberapa kriteria kinerja pada sebuah matrix. Semua indikator kinerja mempunyai bobot sesuai dengan tingkat kepentingan terhadap tujuan produktivitas perusahaan secara menyeluruh.

Jadi singkatnya, omax adalah sistem pengukuran yang menerapkan pendekatan pengukuran dengan banyak rasio. Sistem pengukuran tersebut dapat menggabungkan rasio-rasio produktivitas pada sebuah sistem yang berkesinambungan secara logis.


Tujuan Penerapan Metode Omax


Penerapan metode objective matrix dilakukan untuk berbagai tujuan.


1. Untuk Mengukur Produktivitas


Omax merupakan sarana untuk mengukur produktivitas. Maka, suatu perusahaan dapat menerapkan metode ini guna mengukur produktivitas bagian-bagian dari perusahaan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat dijadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan.


2. Untuk Memecahkan Masalah Produktivitas


Penurunan jumlah produksi akan terjadi ketika perusahaan mengalami masalah produktivitas. Hal ini tentu membuat daya saing perusahaan tersebut semakin menurun. Untuk itu, masalah produktivitas harus segera dipecahkan.


Dalam kasus ini, omax dapat diterapkan dengan tujuan untuk memecahkan masalah produktivitas. Sistem pengukuran ini akan membantu perusahaan menemukan akar masalah tersebut dan melakukan perbaikan.


3. Untuk Memantau Pertumbuhan Produktivitas


Penerapan metode omax juga dapat ditujukan untuk memantau pertumbuhan produktivitas. Dengan demikian, jika pertumbuhan produktivitas tidak sesuai target, perusahaan dapat melakukan evaluasi dan perencanaan untuk meningkatkannya.

Proses Pengerjaan Omax




Proses pelaksanaan metode objective matrix (omax) harus melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut.


1. Identifikasi Kriteria Produktivitas


Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kriteria produktivitas yang sesuai untuk unit kerja tempat pengukuran produktivitas dilakukan. 


Penentuan kriteria harus dapat mewakili keseluruhan produktivitas pada unit kerja. Contoh kriteria produktivitas yang ditentukan dalam pengukuran produktivitas adalah penggunaan bahan baku, produk cacat, kerusakan mesin, dan pemakaian energi listrik.


2. Pengumpulan dan Pengolahan Data

Selanjutnya, data mengenai kriteria produktivitas yang telah ditentukan dikumpulkan. Data yang dikumpulkan ini adalah data selama satu tahun.


3. Penentuan Rasio Produktivitas

Data yang telah terkumpul digunakan untuk menghitung rasio produktivitas. Setelah itu, kriteria diubah dalam bentuk rasio produktivitas.

4. Penentuan Target dan Bobot

Apa yang dimaksud target adalah nilai produktivitas yang ingin diraih oleh perusahaan pada tahun depan. Bobot adalah derajat kepentingan dari kriteria. Bobot dinyatakan dalam persen. Total bobot dari semua kriteria harus berjumlah 100%.

5. Penentuan Performansi Standar dan Skala Performansi

Pada tahap ini, nilai performansi standar dan skala performansi ditentukan. Penetapan ini diawali dengan pengamatan, kemudian nilai rasio terendah ditetapkan pada level 0, nilai rasio rata-rata ditempatkan pada level 3, target ditempatkan pada level 10.


6. Analisis Produktivitas


Melalui analisis produktivitas perusahaan akan tahu kriteria mana yang paling berpengaruh dan perlu ditingkatkan. Dengan demikian, produktivitas target dapat dicapai dan produktivitas yang buruk dapat ditingkatkan. 


Kelebihan dan Kekurangan Omax


Setiap metode pengukuran memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Objective matrix (omax) sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan berikut ini.


Kelebihan Metode Omax


Kelebihan metode omax adalah:

  • Omax relatif mudah diterapkan dan tidak memerlukan keahlian khusus untuk menerapkannya.
  • Indikator kinerja input dan output dapat terdefinisi secara jelas.
  • Omax memungkinkan mereka yang menerapkannya untuk menjalankan aktivitas perencanaan, penilaian, pengukuran, serta peningkatan produktivitas secara sekaligus
  • Metode omax memungkinkan pelakunya untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada peningkatan produktivitas dengan baik dan mengkuantifikasikannya.
  • Omax menggabungkan semua faktor yang mempengaruhi peningkatan produktivitas serta menilainya dalam satu indeks atau indikator.
  • Omax merupakan metode pengukuran yang fleksibel karena memasukkan pertimbangan manajemen ke dalam penentuan bobot.


Kekurangan Metode Omax

Kekurangan metode omax adalah:

  • Mereka yang sedang menerapkan sistem ini mungkin kurang objektif dalam menentukan level indikator kerja.
  • Dibutuhkan suatu pengukuran yang kontinu dan terstandar untuk memperoleh indeks kinerja yang diharapkan.
  • Pengukuran produktivitas dilakukan per tiap bagian.
  • Pengukuran produktivitas pekerja dengan metode objective matrix memerlukan penyebaran kuesioner terhadap semua pekerja.
  • Perlu bantuan staf perusahaan yang sangat memahami konsep produktivitas perusahaan itu sendiri agar penentuan nilai bobot benar-benar dilakukan dengan tepat.


Contoh Implementasi Metode Omax


Implementasi metode omax dapat ditemukan dengan mudah pada penelitian-penelitian yang berkaitan dengan studi kasus pengukuran produktivitas menggunakan objective matrix. Salah satunya adalah studi kasus pada sebuah pabrik gula. 

Pada periode tahun tertentu, sebuah pabrik gula mengalami penurunan produksi gula. Oleh karena itu, diperlukan pengukuran produktivitas untuk mengetahui akar masalah dari penurunan produksi tersebut. 

Untuk mengukur produktivitas pabrik gula tersebut, peneliti menggunakan pendekatan metode omax. Pertama-tama mereka menentukan kriteria, contohnya jumlah jam kerja yang tersedia, bahan baku, dan mesin.

Setelah itu, peneliti menentukan rasio produktivitas, menetapkan rasio bobot, dan semua tahap yang diperlukan untuk mengetahui indeks perubahan produktivitas. Setelah melakukan kalkulasi, maka diketahui fakto-faktor yang menyebabkan penurunan produksi gula.

Salah satunya adalah bahan baku, dalam hal ini tebu, tidak memenuhi syarat bahan baku produksi karena tidak dikeringkan dengan maksimal. Selain itu, diketahui pula bahwa mesin kurang terawat, sudah tua, dan kebersihannya kurang terjaga.

Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menyarankan beberapa solusi. Salah satunya adalah memastikan tebu yang digunakan memiliki kadar air minimal dengan cara memeriksanya sebelum digiling. Proses pemeliharaan mesin dan pembersihan mesin juga harus dilakukan dengan terjadwal.


Objective matrix (omax) merupakan sistem pengukuran produktivitas yang cukup efektif untuk digunakan. Dengan menerapkan metode ini, perusahaan dapat memantau dan mengevaluasi produktivitas perusahaan serta mengatasi masalah produktivitas secara tepat.

0 komentar

Post a Comment