Usaha Sate Ayam: Modal, Resiko dan Analisis Keuntungan Usahanya

Author -  Admin Pengadaan

Sate ayam merupakan kuliner asli Indonesia yang telah dikenal luas di dunia. Pada tahun 2014, sate ayam memperoleh ranking ke-14 dalam 50 World’s Most Delicious Foods. Mengingat kepopuleran dan kelezatannya, tak heran jika usaha sate ayam menjadi alternatif bisnis kuliner menggiurkan.

Namun, sebelum terjun ke usaha kuliner ini, Anda sebaiknya memahami resiko dan peluangnya terlebih dahulu. Anda juga perlu mengetahui perkiraan modal yang diperlukan serta cara mengembangkan usaha ini agar sukses menjalani usaha tersebut.




Sekilas tentang Usaha Sate Ayam


Ragam usaha kuliner saat ini semakin berkembang. Terdapat sejumlah kuliner khas nusantara yang cukup banyak diminati oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai ladang usaha, yaitu seperti usaha pecel lele dan sate ayam.  

Saat ini, usaha kuliner sate ayam memang sudah banyak. Namun, peluang keuntungan usaha tersebut masih cukup besar jika dijalani dengan benar. Buktinya, hingga saat ini, banyak pengusaha sate ayam yang mampu bertahan.



Jenis usaha kuliner tersebut dapat dilakukan dengan berbagai konsep atau strategi. Metode jualannya umumnya dibagi menjadi dua tipe usaha, yaitu sate ayam keliling dan warung sate ayam. Untuk tipe usaha yang kedua tersebut, alternatif usahanya lebih banyak.

Pengusaha dapat menciptakan konsep sate ayam yang modern atau sederhana. Selain itu, menu sate yang dijual juga bisa dibuat lebih bervariasi, contohnya sate padang, sate madura, sate taichan, dan sate lilit Bali.

Pengusaha juga dapat melakukan kreasi menu sate menarik sehingga mampu menciptakan tren baru yang memikat pelanggan. Mengingat konsep usahanya yang beragam, usaha sate ayam dapat dimulai dengan modal awal bernilai besar ataupun kecil tergantung pada konsepnya.


Peluang dan Resiko Untuk Membuka Usaha Kuliner Sate Ayam


Pemahaman tentang resiko dan peluang usaha jualan sate ayam perlu dimiliki oleh siapa saja yang berniat membuka usaha kuliner ini. Dengan mengetahui resiko usaha, para pengusaha dapat mempersiapkan solusi atau plan B, C, D hingga seterusnya untuk mengatasi masalah yang mungkin saja timbul.

Pemahaman peluang juga memungkinkan mereka untuk memilih strategi guna memaksimalkan peluang atau kesempatan yang ada.

1. Peluang Usaha Kuliner Sate Ayam

Usaha kuliner sate ayam memiliki peluang keuntungan besar jika dilakukan dengan strategi yang tepat. Peluang usaha sate adalah sebagai berikut.

  • Sate ayam banyak disukai oleh masyarakat sehingga peluang perolehan keuntungannya cukup tinggi.
  • Bahan baku pembuatan sate mudah diperoleh.
  • Memerlukan modal yang tidak terlalu banyak.
  • Dapat dijadikan sebagai usaha jangka panjang



2. Resiko Usaha Kuliner Sate Ayam


Berikut ini beberapa resiko membuka usaha kuliner sate ayam. 

  • Persaingan sangat ketat karena sudah banyak penjual sate ayam keliling, kaki lima, bahkan restaurant. Akibatnya, pengusaha sate ayam baru tidak memperoleh keuntungan maksimal.
  • Harga bahan baku, terutama ayam, sering naik turun. Akibatnya, keuntungan yang diperoleh pun tidak selalu stabil.
  • Khusus untuk pedagang sate keliling atau kaki lima, mereka memiliki resiko besar dibubarkan oleh satpol PP.
  • Keuntungan usaha sate keliling atau kaki lima juga dipengaruhi oleh cuaca. Saat cuaca hujan, mereka umumnya tidak dapat berjualan dengan maksimal.


Modal Usaha Kuliner Sate Ayam


Berapa besar modal yang diperlukan untuk membuka usaha sate ayam? Besarnya modal yang dikeluarkan oleh pengusaha untuk membuka usaha ini tentu tidak sama karena modal dipengaruhi oleh banyak hal, contohnya konsep jualan dan lokasi jualan,

Berikut ini perkiraan modal awal usaha kuliner sate ayam kaki lima.

  • Gerobak sate sederhana = Rp2.500.000
  • Tungku sate berkaki = Rp150.000
  • Terpal = Rp300.000
  • Rangka atap tenda = Rp600.000
  • Meja dan kursi = Rp600.000
  • Kipas = Rp125.000
  • Pisau dan peralatan masak lainnya = Rp300.000
  • Peralatan makan = Rp200.000
  • Sewa Lahan = Rp1000.000/bulan
  • Bahan baku sate untuk satu hari = Rp350.000

Jika dijumlahkan, modal awal yang diperlukan untuk membuka usaha kuliner sate ayam adalah sekitar Rp6.125.000. Besarnya modal ini adalah modal minimal. Pengusaha umumnya perlu menyiapkan modal untuk bahan baku sate selama beberapa hari saat usaha belum stabil.

Analisis Keuntungan Usaha Kuliner Sate Ayam



Untuk memperkirakan keuntungan usaha kuliner sate ayam, pengusaha perlu menganalisis keuntungan usahanya. Berikut ini analisa keuntungan usaha kuliner sate ayam.



Analisa Keuntungan Usaha

Asumsi Usaha

Dalam analisa ini, diasumsikan bahwa ketahanan masa gerobak, meja kursi, dan rangka tenda adalah selama 3 tahun, masa penggunaan alat masak dan terpal adalah 2 tahun, dan ketahanan masa penggunaan alat makan adalah 1 tahun.

Modal Awal

  • Gerobak sate sederhana = Rp2.500.000
  • Tungku sate berkaki = Rp150.000
  • Terpal = Rp300.000
  • Rangka atap tenda = Rp600.000
  • Meja kursi = 600.000
  • Kipas = Rp125.000
  • Pisau dan peralatan masak lainnya = Rp300.000
  • Peralatan makan = Rp200.000

Total modal = Rp4.775.000

  • Penyusutan Peralatan

  • Gerobak sate sederhana = Rp2.500.000 x 1/36 = Rp69.400
  • Tungku sate berkaki = Rp150.000 x 1/24 =Rp6.250
  • Terpal = Rp300.000 x 1/24 = Rp12.500
  • Rangka atap tenda = Rp600.000 x 1/36 = Rp16.000
  • Meja kursi = Rp600.000 x 1/36 = Rp16.000
  • Kipas = Rp125.000 x 1/24 = Rp5.200
  • Pisau dan peralatan masak lainnya = Rp300.000 x 1/24 = Rp12.500
  • Peralatan makan = Rp200.000 x 1/12 = Rp16.700

Total biaya penyusutan = Rp140.150

Biaya Operasional per Bulan

  • Bahan baku pembuatan sate Rp350.000/hari x 30 = Rp 10.500.000
  • Biaya transportasi = Rp200.000
  • Biaya sewa lahan, listrik, dan air = Rp1.000.000
  • Biaya Penyusutan = Rp140.150

Total biaya operasional per bulan = Rp11.840.150

Pendapatan per Bulan

  • Penjualan sate ayam = Rp15.000 x 28 porsi x 30 hari = Rp12.600.000
  • Penjualan lontong = Rp3.000 x 25 buah x 30 hari = Rp2.250.000
  • Minum = Rp 3.000 x 20 gelas x 30 hari = Rp 1.800.000

Total pendapatan = Rp16.650.000

Laba per Bulan

Laba = pendapatan per bulan – biaya operasional per bulan

= Rp16.6500.000 - Rp11.840.150

= Rp4.809.850



Cara Mengembangkan Usaha Kuliner Sate Ayam


Agar bisnis sate ayam berkembang pesat dan sukses, pengusaha dapat mengikuti tips berikut ini.

  • Pilih lokasi yang strategis namun minim kompetitor.
  • Menjaga kebersihan tempat usaha dan sate ayam yang dijual.
  • Pastikan sate, lontong, dan bumbunya terbuat dari bahan berkualitas dan terjaga kesegarannya.
  • Berikan pelayanan yang maksimal
  • Jaga cita rasa sate ayam dan sajikan dengan menarik.
  • Lakukan promosi menarik.

Usaha sate ayam memang memiliki peluang yang bagus, tapi kompetitornya juga banyak. Sehingga, perencanaan yang matang harus dilakukan sebelum memulai usaha ini jika ingin meraup untung maksimal. Promosi dan strategi penjualan yang tepat juga diperlukan untuk memaksimalkan laba. 

0 komentar

Post a Comment