Mengenal Contoh Barang Elastis, Jenis, Faktor yang Mempengaruhi, dan Cara Perhitungan

Author -  Admin Pengadaan

Dalam dunia ekonomi, dikenal adanya elastisitas penawaran. Istilah ini digunakan untuk mendefinisikan tentang perubahan volume satu variabel dalam menanggapi perubahan ukuran lainnya. Banyak contoh barang elastis yang ada dapat diukur dalam kehidupan sehari-hari.


Perhitungan suatu elastisitas barang ini, pada umumnya ditampilkan dalam bentuk persentase atau rasio. Apabila menilik dari ilmu ekonomi, elastisitas lebih banyak mengacu pada variabel umum seperti pendapatan, permintaan, penawaran, serta harga.





Apa Itu Permintaan Barang Elastis?


Elastisitas suatu barang, digunakan untuk mengukur tingkat kepekaan terhadap perubahan harga yang terjadi. Dengan melihat besaran persentase perubahan harga tersebut, persentase perubahan dari barang elastis akan lebih besar dibandingkan jumlah barang yang diminta atau ditawarkan.

Definisi dari barang elastis adalah barang yang memiliki perubahan nilai penawaran dan permintaan yang signifikan. Hal tersebut merupakan respon dari adanya perubahan harga. Pada umumnya, barang elastis adalah barang yang tersedia penggantinya.

Dengan menggunakan permintaan barang elastis sebagai contoh, apabila harga barang mengalami penurunan sebesar X, maka akan terjadi peningkatan jumlah besar atas barang yang ingin dibeli oleh konsumen.

Jika harga kemudian naik sebesar X jumlah, maka akan terjadi penurunan penurunan jumlah permintaan atas barang yang ingin dibeli. Secara garis besarnya, semakin banyak produk substitusi dari barang tersebut yang ada dipasaran, maka permintaan akan semakin elastis.


Contoh Barang Elastis


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa barang elastis adalah barang yang tersedia penggantinya. Jenis barang elastis ini bisa juga berupa barang yang biasanya tidak dianggap sebagai sebuah kebutuhan. Contoh barang elastis ini antara lain.




1. Minuman Ringan

Membeli minuman ringan bukanlah sebuah keharusan. Ketika haus dapat minum produk pengganti lainnya. Pada saat terjadi kenaikan harga yang cukup besar, maka konsumen akan berhenti membeli dan mencari produk substitusinya. 

2. Pakaian

Dalam hal ini pakaian yang dimaksud adalah pakaian dengan model atau desain tertentu. Meskipun termasuk dalam kebutuhan pokok, namun membeli pakaian tertentu bukanlah suatu keharusan. Jadi apabila harga menjadi mahal, masih ada produk pengganti yang lebih murah.

3. Sereal

Hampir sama dengan minuman ringan. Sereal juga bukan menjadi kebutuhan pokok. Selain sereal masih ada banyak pilihan produk dengan kegunaan yang sama. Untuk itulah ketika terjadi perubahan harga, maka akan berdampak besar pada tingkat permintaan barang.

4. Mobil

Contoh barang bersifat elastis adalah mobil. Apabila diamati, saat ini ada banyak sekali merek dan jenis mobil yang dijual dipasaran. Namun tidak semua orang berbelanja atau membeli mobil tersebut. Permintaan akan mobil ini, menjadi naik ketika harga turun.

Apabila terjadi kenaikan harga, orang-orang akan cenderung untuk mempertimbangkan merek atau jenis mobil lainnya yang sesuai kondisi keuangan. Semakin banyak penurunan harga mobil, maka akan semakin tinggi tingkat permintaan konsumen.

5. Elektronik

Barang-barang elektronik juga sebagian besar memiliki variasi pilihan pada beberapa tingkat harga. Sebagai barang elastis, penyesuaian harga alat elektronik ini, akan sangat berpengaruh pada permintaan barang.


Jenis-Jenis Elastisitas


Dalam ilmu ekonomi, terdapat empat jenis elastisitas yang dikenal. Masing-masing jenis elastisitas ini, digunakan untuk menjelaskan tentang hubungan antara kedua variabel barang ekonomi. Berikut ini adalah jenis-jenis elastisitas tersebut.


1. Elastisitas Penawaran

Pengertian jenis elastisitas penawaran adalah bilangan yang menunjukkan besaran persentase perubahan atas jumlah yang ditawarkan. Nilai ini sebagai akibat dari adanya perubahan variabel lain sehingga mempengaruhi penawaran.

Beberapa variabel yang berpengaruh antara lain perkembangan teknologi, harga barang, dan lainnya. Dalam elastisitas penawaran ini, terdapat elastisitas harga penawaran yang berfungsi untuk mengukur besaran perubahan jumlah barang yang ditawarkan. Perubahan tersebut sebagai respon dari adanya perubahan harga.


2. Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan juga sering disebut dengan harga permintaan. Dalam elastisitas ini, harga dari barang atau jasa merupakan faktor ekonomi yang paling umum untuk digunakan dalam pengukuran.

Contoh barang elastisitas permintaan yaitu, harga mobil mewah yang berubah akan menyebabkan terjadinya perubahan permintaan. Produsen akan menurunkan harga untuk meningkatkan permintaan. Secara umum, elastisitas permintaan ini dibagi menjadi beberapa jenis berikut ini.

  • Elastisitas permintaan terhadap harga
  • Elastisitas permintaan silang
  • Elastisitas permintaan terhadap pendapatan

3. Elastisitas Silang

Jenis elastisitas silang ini digunakan untuk mengukur kepekaan atas adanya perubahan permintaan barang ketika harga barang lain berubah. Harga barang lain disini, merupakan harga barang yang masih berkaitan dengan barang utama.

4. Elastisitas Pendapatan 

Jenis elastisitas pendapatan memiliki fungsi sebagai pengukur seberapa besar jumlah perubahan akan barang yang diminta. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya perubahan pada tingkat pendapatan.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas




Besaran nilai elastisitas harga dari permintaan akan barang maupun jasa, dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menyertainya. Faktor-faktor tersebut berpengaruh pada tingkat pendapatan serta tingkat kenaikan harga. Beberapa faktor tersebut antara lain.

  • Tingkat harga
  • Kebiasaan konsumen
  • Pendapatan konsumen
  • Ketersediaan barang pengganti
  • Sifat komoditas
  • Barang dengan penggunaan berbeda
  • Permintaan bersama
  • Jangka waktu
  • Permintaan Peak dan Off-Peak
  • Penundaan penggunaan
  • Proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk satu komoditas

Rumus Elastisitas


Dalam menentukan persentase tingkat elastisitas, dapat diukur dengan menggunakan perhitungan berdasarkan rumus yang sesuai. Secara umum elastisitas dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta, dengan besaran persentase perubahan harga.
Rumus:

Elastisitas : (% perubahan jumlah barang yang diminta)/(% perubahan harga)

Berdasarkan rumus perhitungan tersebut, maka akan didapatkan angka yang menunjukkan tingkat elastisitas barang. Apabila elastisitas harga sama dengan 1,5, maka kuantitas barang akan mengalami peningkatan sebesar 15%. Hal tersebut sebagai respon dari adanya penurunan harga sebesar 10%.


Contoh Perhitungan Elastisitas


Setelah memahami tentang rumus elastisitas baik untuk permintaan dan penawaran, maka Anda bisa berlatih berhitung. Berikut ini adalah beberapa contoh soal perhitungan elastis yang dapat dipelajari.


Soal:

Produk dengan nama Slime dari Doflamingo memiliki harga Rp 4000 pada saat tingkat permintaannya pada angka 300 unit. Ketika harga turun menjadi Rp 3600, maka permintaan akan berubah sebesar 600 unit. Berapakah koefisien elastisitas produk Slime ini?

Jawaban:

ED = ΔQ/ΔP x P/Q
ED = ((600-300))/((4000-3600)) x 4000/300
ED = 300/400 x 4000/300
ED = 10 (elastis)

-----------------

Nilai elastisitas harus menjadi pertimbangan ketika mengembangkan produk. Diantara contoh barang elastis yang ada dipasaran, penting juga untuk melakukan analisa akan barang substitusi atau barang pengganti. Tingkat harga menjadi faktor penting dalam menentukan sebuah nilai elastisitas.


0 komentar

Post a Comment