Mengenal Key Opinion Leader (KOL) dan Influencer, Ini Cara Memilihnya sebagai Media Promosi!

Author -  Admin Pengadaan

Kampanye media sosial kini semakin berkembang. Ada yang menggunakan influencer dan Key Opinion Leader (KOL) yang keduanya merupakan strategi efektif untuk membangun citra merek (brand image) pada peluncuran sebuah produk.

Strategi pemasaran yang kini semakin berkembang pesat membuat perusahaan harus mengikuti perkembangannya. Perusahaan-perusahaan tersebut kini tidak hanya cukup memasang baliho atau reklame di jalan raya, melainkan juga harus menggunakan jasa influencer dan key opinion leader sebagai pihak pendukung atas terjaminnya keberhasilan penerapan suatu strategi pemasaran.

Lalu, apa sih sebenarnya key opinion leader itu? Apa saja perbedaan KOL dan influencer? Bagaimana seorang KOL dapat mempengaruhi opini Anda dalam memutuskan pembelian produk? Mari kita lihat peran key opinion leader dalam bisnis serta mengenal elemen penting KOL melalui artikel ini.




Apa itu KOL?

Key opinion leader (KOL) adalah individu atau organisasi yang memiliki status sosial yang kuat sehingga rekomendasi dan opini-nya akan didengarkan oleh audiens. Seorang KOL memiliki personal branding yang kuat karena berkompeten dalam suatu bidang yang ia geluti. 

Sebagai contoh adalah mereka yang berasal dari tokoh politik, kolumnis, akademisi, desainer interior, arsitek, dokter, chef, make up artist, dan selebritas yang dikenal karena pekerjaan mereka. Jika di Indonesia kita mengenal Kak Seto (Setyo Mulyadi) yang merupakan ahlinya dalam bidang pendidikan anak, kemudian ada Reisa Broto Asmoro dalam bidang kesehatan. Dan masih banyak lagi KOL dari berbagai disiplin keilmuan lainnya.

Semua key opinion leader memiliki status yang menonjol di bidangnya mereka sendiri dan opini mereka dihargai dan didengarkan. Mereka dipandang sebagai ahlinya dan kredibilitasnya tidak diragukan lagi.


Keunggulan Menggunakan KOL Sebagai Strategi Promosi


Selain karena kredibilitasnya, seorang KOL sangat dibutuhkan oleh perusahaan atau bahkan lembaga pemerintah (K/L/PD) untuk melakukan strategi promosi sebuah produk atau sosialisasi terkait dengan program terbaru karena beberapa alasan lainnya, seperti: 

  • Key opinion leader adalah orang yang dapat menarik perhatian audiens terhadap produk atau program terbaru sehingga pemahaman masyarakat terhadap brand awareness semakin meningkat. Selain itu, organisasi tersebut juga dapat berkolaborasi dengan KOL untuk mendiskusikan produk atau program baru yang lebih menarik.

  • Meningkatkan jangkauan audiens. Dengan menggunakan KOL, perusahaan atau organisasi lainnya dapat memastikan target pasar yang ideal, bahkan menjangkau persentase pelanggan potensial yang lebih besar dari yang pernah dilakukan. 

  • Dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dengan memakai jasa KOL, dapat membangun sebuah kepercayaan konsumen terhadap produk maupun jasa pada bisnis Anda. Key opionion leader biasanya menerapkan teknik soft sellilng dalam setiap konten yang disajikan, dan mereka memiliki strategi dalam menyampaikan materi promosi secara autentik, mudah di mengerti, jelas, dan mudah diterima audiens. 

  • Memperlancar pengembalian modal bisnis. Keuntungan penggunaan key opinion leader selain untuk mempromosikan produk Anda, dapat dikatakan juga sebagai investasi bisnis. Realitanya pebisnis menggunakan promosi jasa key opinion leader disebabkan bahwa mereka dapat mempercepat return on investment (ROI) atau pengembalian modal yang lebih besar daripada penggunaan iklan baliho atau reklame.


Perbedaan Key Opinion Leader dan Influencer




Meskipun tujuan dari penggunaan key opinion leader dan influencer sama-sama untuk mempromosikan produk atau jasa, namun keduanya merupakan profesi yang bisa dibilang berbeda signifikan dari segi keahliannya. Berikut ini dua perbedaan key opionion leader dan influncer yang sangat mencolok, karena di luar itu hampir memiliki kemiripan:


1. Berdasarkan keahlian yang dimiliki

Influencer adalah public figure dengan banyak follower di akun media sosialnya. Seorang influencer seringkali mendapatkan tawaran endorsement untuk mempromosikan sebuah brand melalui media sosialnya meskipun ia sendiri tidak memiliki brand awareness ataupun kemampuan pada bidang produk tersebut. 

Sedangkan key opiono leader adalah mereka yang yang ahli dalam bidang tertentu, sehingga dapat mempengaruhi (influence) dan membentuk (form) opini masyarakat atau konsumenya karena dianggap valid. 

2. Media atau platform yang digunakan 

Perbedaan selanjutnya adalah media atau platform yang digunakan. Seorang influencer lebih sering memanfaatkan media sosial untuk melakukan promosi produk. 

Sedangkan, key opinion leader lebih sering terlihat dalam suatu event atau media elektronik seperti televisi dan radio. Namun, tidak jarang juga seorang KOL juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi ketika event tersebut akan berlangsung atau pun di luar event tersebut.


Jenis-jenis Key Opinion Leader (KOL)


Jika dilihat dari definisi key opinion leader di atas, seorang KOL sebenarnya juga merupakan seorang influencer. Nah, berikut ini adalah pengklasifikasian KOL berdasarkan jumlah jumlah pengikutnya.

  1. Mega influencer, yaitu KOL ataupun public figure yang memiliki follower lebih dar 1.000.000 pengikut.
  2. Macro Influencer, yaitu KOL ataupun public figure yang memiliki lebih dari 100.000 follower.
  3. Micro Influencer, yaitu KOL ataupun public figure yang memiliki jumlah pengikut mulai dari 10.000 follower. 
  4. Nano Influencer, yaitu KOL ataupun public figure dengan jumlah pengikut tidak kurang dari 1.000 follower.

Strategi Perusahaan dalam Memilih Key Opinion Leader yang Tepat


Karena berdasarkan keahlian, maka perusahaan harus pintar-pintar memilih KOL yang akan dijadikan sebagai strategi promosi dan sekaligus "Brand Ambassador" produk yang mereka jual. 

Tim marketing perusahaan perlu menyeleksi KOL yang menghasilkan konten yang sesuai dengan image perusahaan. Sebagai contoh, suatu perusahaan farmasi yang menjual vitamin memutuskan untuk menggunakan dokter ternama untuk memasarkan produk tersebut karena berkaitan dengan dunia kesehatan.

Nah, berikut ini adalah cara perusahaan yang bisa dilakukan sebelum memilih seorang key opinion leader:


1. Menganalisis jumlah user yang mengikutinya di media sosial

Meskipun platform yang digunakan KOL untuk mempromosikan dan mensosialiasikan produk/program lebih banyak menggunakan media elektronik, namun tidak ada salahnya untuk Anda menganalisis jumlah pengikut di akun media sosial mereka. Seperti, berapa followernya di TikTok, Instagram, Youtube, dan lain sebagainya. Semakin banyak follower sudah barang tentua juga akan menjadi nilai tambah seorang KOL. 


2. Menganalisis engagement rate

Engagement rate merupakan metriks dasar yang dapat digunakan untuk menilai kinerja sebuah akun media sosial. Untuk mengukur kinerja tersebut, dapat dilakukan analisis melalui akumulasi jumlah komentar, like, dan pengikut dalam akun media sosial. 

Nah, perusahaan dapat menggunakan tools untuk menganalisis engagement rate pada sebuah akun media sosial sehingga apakah KOL tersebut cocok untuk mempromosikan produknya dengan target audiens ataukah tidak. 

Semakin tinggi tingkat engagement rate seorang KOL, maka produk perusahaan dapat dikenal lebih baik oleh konsumennya.

Itulah ulasan mengenai pengertian key opinion leader (KOL). Menggunakan KOL bisa menjadi salah satu solusi yang mungkin saja cocok bagi perusahaan Anda yang memiliki produk dengan banyak kompetitor. Pemilihan KOL yang tepat dapat berdampak positif terhadap brand image yang Anda punyai. Bahkan hal ini juga terbukti mampu mendorong konsumen atau pelanggan baru, ataupun mengubah loyalitas konsumen untuk lebih memilih produk Anda dibandingkan dengan produk kompetitor yang sebelumnya telah mereka gunakan.

0 komentar

Post a Comment