Apa itu Chiller? Ini Fungsi, Jenis, Cara Kerja, dan Produk Terbaiknya

Author -  Admin Pengadaan

Mungkin sudah banyak orang yang tidak asing dengan freezer, namun tidak dengan chiller atau showcase. Hal ini membuat banyak orang menganggap chiller sama dengan freezer. Sebenarnya, chiller adalah bagian di dalam kulkas yang memiliki fungsi tertentu.

Tidak hanya minimarket, saat ini keberadaan mesin chiller juga dibutuhkan di toko kelontong ataupun toko mitra SRC. Hal ini sejalan dengan pemenuhan kebutuhan konsumen yang semakin luas.

Jika sudah memahami pengertian dari chiller, Anda tidak mungkin salah lagi dalam memilihnya. Chiller berasal dari kata “chill” dalam bahasa Inggris. Di Indonesia, chiller juga sering disebut dengan nama lemari pendingin.




Deskripsi Chiller Adalah


Menurut Lexico, definisi showcase atau chiller adalah mesin yang digunakan untuk mendinginkan sesuatu, khususnya
berupa kabinet dingin untuk menjaga makanan beberapa derajat di atas dari titik beku. 

Sementara itu, berdasarkan Shanmugam dan Palanichami, chiller yaitu area terdingin kedua di dalam kulkas setelah freezer. Secara umum, chiller bisa dikelaskan sebagai bagian kulkas atau lemari pendingin dengan suhu terdingin kedua setelah bagian freezer.

Bagian ini memiliki fungsi untuk menyimpan beberapa makanan yang tidak perlu disimpan dalam freezer (dibekukan), misalnya buah, sayur, dan daging. Jika bukan dalam satu komponen dengan kulkas pendingin yang biasanya berada di bawah freezer, chiller dapat berupa lemari pendingin dengan pintu dari kaca, atau box kabinet yang dapat dibuka dari atas.


Perbedaan Antara Chiller dan Freezer

Secara teknis, sistem kerja dari chiller dan freezer memang serupa. Tetapi, terdapat beberapa perbedaan antara chiller dengan freezer. Berikut adalah beberapa perbedaan antara showcase dan freezer:

1. Fungsi Utama

Chiller memiliki fungsi utama untuk mendinginkan. Biasanya, fungsi penyimpanannya lebih terbatas daripada freezer. Sedangkan, freezer memiliki fungsi utama untuk membekukan. Dari proses pembekuan ini, makanan akan menjadi lebih awet.

2. Suhu

Chiller sudah didesain dengan suhu rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan suhu rata-rata freezer. Rata-rata suhu lemari pendingin adalah berkisar 2-10 derajat Celcius. Sedangkan, suhu dari freezer berkisar 0 sampai -23 derajat Celcius.

3. Lama Penyimpanan

Masa simpan bahan makanan di freezer yang dibekukan tentu lebih lama daripada didinginkan. Makanan yang disimpan di chiller umumnya akan bertahan sampai beberapa hari. Sementara itu, makanan yang disimpan di freezer bisa tahan sampai dengan 1 tahun.

4. Letak

Chiller dapat berupa boks di dalam kulkas yang terpisah dari kulkas itu sendiri. Biasanya, dapat ditemukan di bawah freezer. Sementara itu, freezer biasanya diletakkan di bagian paling atas atau paling bawah kulkas. Freezer juga dapat berupa kabinet atau lemari sendiri.

5. Efek Untuk Nutrisi Makanan

Proses pendinginan dan pembekuan sudah jelas memiliki dampak berbeda pada kandungan makanan. Umumnya, makanan yang dibekukan rentan kehilangan beberapa nutrisi ketika proses pembekuan terjadi. 

Tetapi dalam waktu yang cukup lama, rusaknya nutrisi ini lebih banyak terjadi untuk makanan yang disimpan di chiller. Pasalnya, walaupun sudah didinginkan, proses enzimatis serta aktivitas pengurai tetap bisa berlangsung dalam tempo lambat.

Fungsi Chiller


Lalu, apa saja fungsi dari chiller? Berikut ini beberapa fungsi chiller, yaitu:

1. Menyimpan Makanan Tanpa Merusak Kandungan

Chiller bisa digunakan untuk tempat menyimpan makanan tanpa menyebabkan kerusakan nutrisi jangka pendek. Sementara itu, makanan yang disimpan di freezer bisa merusak beberapa nutrisi, misalnya vitamin E.

2. Menjaga Kesegaran Makanan atau Minuman

Makanan yang segar yaitu makanan yang sehat ketika dikonsumsi. Rasa makanan juga akan lebih lezat dan mudah diolah. Chiller dalam rumah tangga dan industri pengolahan makanan berguna untuk mendukung upaya dalam menjaga kesegaran makanan.

3. Display Penjualan Makanan

Chiller dengan bentuk lemari pendingin biasanya digunakan untuk display di toko, minimarket, dan supermarket. Biasanya, produk yang dijual berupa buah, daging, sayur, sampai aneka kue.

Baca juga: Kerjasama Distributor Sembako: Cara Mencari dan Syarat Kerjasamanya, Berikut Tipsnya!

4. Menyimpan Obat, Probiotik, dan Vaksin

Beberapa jenis vaksin dan obat-obatan juga perlu disimpan di tempat penyimpanan yang dingin. Minuman probiotik juga membutuhkan tempat penyimpanan yang dingin supaya kultur probiotiknya dapat terjaga.


Komponen Mesin Chiller


Chiller terdiri dari beberapa bagian. Seluruh komponen ini saling terkait. Umumnya, dikendalikan dengan sistem yang dikenal sebagai BAS. Berikut adalah komponen dari chiller:

  • Chiller
  • Make-up water tank
  • Chiller water pump
  • Cooling tower
  • Condenser water pump
  • AHU
  • FCU


Jenis Mesin Chiller


Chiller yang biasanya digunakan untuk kebutuhan industri terdiri dari beberapa jenis. Berikut adalah jenis chiller yang dibedakan dari cara kerja, yaitu:

1. Absorption Chiller

Absorption chiller adalah chiller yang bekerja dengan siklus pendinginan penyerapan uap atau absorpsi uap. Dalam siklus ini ada 4 komponen utama, yaitu kondensor, generator, evaporator, serta penyerap. 

Terdapat dua jenis larutan yang dipakai dalam sistem absorption chiller, yaitu air untuk refrigerant serta larutan LiBr yang digunakan sebagai larutan penyerap atau absorben.

2. Vapor Compression Chiller

Pada vapor compression chiller, refrigerant ini akan menguap dengan cara mengambil panas dari air dingin di evaporator. Chiller kompresi uap ini memakai refrigerant cair untuk menyerap serta membuang panas dari suatu ruangan yang didinginkan. 

Selain dioperasikan dengan tenaga listrik, chiller ini juga dapat dioperasikan dengan mesin mekanik. Hal ini membuat siklus kompresi uap disebut juga dengan siklus yang digerakkan dengan kerja atau work-operated.

Cara Kerja Mesin Chiller

Prinsip kerja chiller tidak jauh berbeda dengan kulkas pada umumnya. Sebagai sistem refrigerasi, chiller berjalan ditopang dengan empat komponen utama, yaitu kondensor, kompresor, expansion device, serta evaporator. Hal ini juga berlaku untuk freezer serta sistem pendingin lain. 

Di bagian-bagian itu, mengalir refrigerant yang mengalami perubahan tekanan, suhu, dan wujud. Ketika proses sirkulasi refrigerant ini, panas akan diserap serta dikeluarkan. Hal ini membuat udara yang ada di bagian dalam tersebut menjadi lebih dingin.

Rekomendasi Mesin Chiller Terbaik


1. AQUA Japan Showcase Cooler AQB-345AB



Merk dari Aqua Japan ini merupakan rekomendasi terbaik untuk Anda yang menjual berbagai macam bahan makanan, misalnya jamur, keju, tahu, minuman dalam kemasan, atau makanan lainnya yang perlu disimpan dalam lemari pendingin. Chiller ini bentuknya sangat ideal sehingga cocok untuk toko kelontong maupun minimarket. Harga sekitar Rp4.099.000.


2. GEA EXPO-37FC Showcase




Lemari pendingin atau chiller dari GEA ini menjadi yang paling populer di kalangan bisnis. Lemari pendingin ini sudah dilengkapi dengan fan-cooling dan teknologi air blow yang membuat kaca kulkas tahan dengan embun. Harganya berkisar antara Rp2.487.800-Rp6.876.000.

3. MODENA UC 4130 M




Jenis standing chiller dengan bentuk kabinet lemari yang memiliki lapisan dari stainless steel. Hal ini membuat chiller awet untuk waktu yang lama. Jenis chiller ini akan lebih cocok digunakan untuk industri yang lebih besar, seperti restoran. Harga chiller dari Modena ini sekitar Rp27.000.000.


 

Chiller adalah sebuah alat yang memiliki banyak fungsi baik untuk keperluan rumah tangga maupun industri. Biasanya, chiller digunakan dalam usaha makanan untuk menyimpan makanan agar tetap segar dan tetap bisa dikonsumsi dengan rasa yang lezat.

0 komentar

Post a Comment