Lengkap Perbedaan Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik, Ini Contohnya!

Author -  Nidaur Rahmah

Semakin dewasa seseorang semakin menyadari pentingnya motivasi atau 'alasan' yang mendasari seseorang tersebut memutuskan/melakukan suatu aktivitas tertentu. Sebagai contoh, si A bekerja dengan giat karena motivasinya ingin membahagiakan orang-orang di sekitarnya.

Motivasi berdasarkan asalnya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Secara singkat, motivasi ekstrinstik merupakan motivasi atau dorongan dari dalam seseorang untuk melakukan sesuatu sedangkan motivasi ekstrinstik merupakan motivasi atau dorongan dari luar.

Baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik ini merupakan motif-motif pendorong yang dapat melahirkan keputusan atau kegiatan seseorang. Untuk membedahnya lebih dalam yuk kita kenali perbedaan keduanya seperti penjelasan di bawah ini. 



Apa itu Motivasi?


Motivasi berasal dari kata latin movere yang memiliki arti dorongan yang menciptakan kegairahan dalam melakukan sesuatu untuk mencapai kepuasan. 

Jadi, motivasi adalah semua hal yang menimbulkan dorongan atau semangat di dalam diri seseorang untuk mengerjakan atau melakukan perubahan tingkah laku yang lebih baik sehingga mampu mencapai tujuannya.

Motivasi dapat mempengaruhi kualitas dari suatu tindakan seseorang dalam mencapai tujuan. Jadi, ketika motivasinya semakin besar maka akan semakin besar keinginan berusaha untuk mencapai prestasi atau tujuannya tersebut.

Seseorang yang sudah mempunyai motivasi dalam pekerjannya akan gigih dalam bekerja, tidak gampang menyerah, giat dalam berinovasi untuk meningkatkan prestasinya. Sebaliknya, mereka yang motivasinya rendah akan kurang perhatian dalam bekerja danc ederung tidak bergairah dalam melaksanakan tugas.


Perbedaan Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik

Adapun perbedaan motivasi intrinsik dan ekstrinsik dapat dibagi menjadi beberapa kategori di dalam matriks yang akan memudahkan Anda memetakan perbedaan keduanya, yaitu sebagai berikut:

1. Dari segi definisi

Perbedaan motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik dari segi definisi sudah jelas pastinya berbeda. Motivasi intrinsik adalah keinginan bertindak yang disebabkan faktor pendorong dari dalam diri seseorang mengapa ingin melakukan tindakan tersebut. Seseorang yang mengerjakan sesuatu dikarenakan adanya motivasi intrinsik, baru akan puas jika kegiatan yang dilakukan telah mencapai hasil yang diinginkannya. 

Sedangkan pengertian motivasi ekstrinsik adalah dorongan seseroang dalam bertindak atau melakukan aktivitas tertentu/memilih sesuatu dengan alasannya yang terletak di luar aktivitasnya atau tujuan dia melakukan hal tersebut tidak terlibat di dalam aktivitasnya. Sebagai contoh, dia melakukan kegiatan tertentu karena mendapatkan saran, anjuran, atau dorongan dari orang lain, ataupun karena pengamatannya sendiri terhadap lingkungan atau rekannya.


2. Faktor-faktor yang mempengaruhi

Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi intrinsik yaitu :

  • Adanya hasrat atau keinginan sendiri untuk bisa berhasil;
  • Adanya dorongan dan kebutuhan untuk melakukan aktivitas tertentu. Sebagai contoh, bekerja karena untuk membiayai kebutuhan hidupnya sehari-hari.
  • Adanya harapan dan cita-cita masa depan, misalnya memilih jurusan X di universitas Y karena ingin menjadi Z.
  • Adanya kepuasan ketika mengerjakan aktivitas tertentu tersebut. Sebagai contoh, si A memiliki hobi melukis dan merasa puas ketika menyelesaikan lukisannya.
  • Adanya kebiasaan baik. Sebagai contoh, si B menjalankan aktivitas ibadahnya secara rutin dan disiplin karena sejak kecil sudah ditanamkan oleh orang tuanya dan sudah menjadi kebiasaan dalam hari-harinya.

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi ekstrinsiknya yaitu:

  • Adanya penghargaan atau reward ketika melakukan aktivitas tertentu. Sebagai contoh, seorang pegawai termotivasi untuk terus berinovasi karena ingin mendapatkan reward dari atasan.
  • Adanya kegiatan yang menarik sebelum atau sesudah melakukan aktivitas tersebut. Sebagai contoh, seorang pegawai akan lebih bersemnagat bekerja ketika sebelum menjalankan tugasnya diberikan ice breaking oleh atasan, dan lain sebagainya.
  • Adanya lingkungan atau kondisi yang kondusif. Sebagai contoh, seorang pegawai lebih bersemangat untuk bekerja ketika lingkungannya mendukung seperti kelengkapan fasilitas sarana dan prasarana dalam bekerja.
  • Adanya hukuman atau punishment. Sebagai contoh, seorang pegawai selalu datang tepat waktu karena jika terlambat mendapatkan hukuman atau potong gaji.
  • Adanya contoh teladan yang bisa ditiru. Sebagai contoh, seorang mahasiswa memilih untuk melanjutkan studi S2-nya pada jurusan teknik penerbangan di Jerman karena termotivasi ingin mengikuti jejak langkah B.J. Habibie. 


Contoh Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik



Untuk mempertajam pengetahuan Anda dalam memahami perbedaan motivasi intrinsik dan ekstrinsik, berikut ini kami berikan contohnya masing-masing.


1. Contoh Motivasi Intrinsik

Studi kasusnya adalah seorang pegawai yang memiliki etos kerja tinggi. Nah, ternyata pegawai tersebut memang sudah memiliki kebiasaan menyelesaikan tugas secara disiplin dan penuh tanggung jawab sejak di masa sekolah. Motivasi ia bekerja untuk mencapai kepuasan karena bekerja adalah passion dalam hidupnya.

2, Contoh Motivasi Ekstrinsik


Studi kasusnya adalah pelamar beasiswa S2. Rani merupakan fresh graduate dari program S1 jurusan manajemen dan kebijakan publik di salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Ia ingin melanjutkan S2 MBA di ITB karena sejak kuliah ia telah merintis usaha dan ingin mengembangkan usahanya menjadi lebih besar. Motivasi tersebut didapatkan dari saran satu dosennya bahwa sebaiknya mengambil studi S2 MBA agar ia mendapatkan pengetahuan lebih dalam terkait dengan bagaimana menjadi pemimpin yang baik dalam sebuah corporate.

Nah, fokus pada motivasi ekstrinsik di sini adalah adanya saran atau nasehat dari orang sekelilingnya, misalnya seperti dosen dalam contoh studi kasus di atas.



Prinsip-Prinsip Motivasi


Untuk mengetahui lebih detail manakah yang paling terbaik dari beberapa jenis motivasi di atas, berikut ini adalah kerangka dan prinsip motiviasi:


  • Pujian untuk memotivasi seseoorang lebih efektif dari pada hukuman. Karena rewards tersebut terkadang diperlukan dan cukup efektif untuk merangsanng minat yang sebenarnya.
  • Motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang lebih efektif dari pada motivasi yang dipaksakan atau didapatkan dari luar.
  • Perbuatan yang sesuai dengan keinginan memerlukan usaha penguatan.
  • Kebutuhan dalam menjalankan tugas yang bersumber dari diri sendiri akan menimbulkan minat yang lebih besar untuk mengerjakannya dari pada bila dipaksakan atau mendapatkan saran dari luar.
  • Seseorang dengan pemahaman yang jelas tentang tujuan atau alasan menjalankan suatu aktivitas tertentu akan merangsang motivasi untuk menyelesaikannya dengan baik.

Dalam melakukan suatu aktivitas, misalnya belajar atau bekerja, motivasi berperan sangat penting dalam diri seseorang untuk mencapai tujuannya. Dalam individu setiap manusia tidak semuanya termotivasi melalui lingkungannya atau biasa disebut dengan motivasi eksternal, tetapi ada juga individu yang termotivasi dari dalam dirinya sendiri (motivasi intrinsik) tanpa ada motivasi khusus yang dia dapatkan dalam lingkungannya. 

Nah, tugas kita semua adalah bagaimana memelihara dan meningkatkan moral, semangat dan gairah dalam melakukan aktivitas tersebut. Dengan cara ini, suatu organisasi baik sekolah maupun perusahaan dapat mendorong berkembangnya motivasi berprestasi, yang akan memacu tumbuh dan berkembangnya persaingan sehat antara individu/tim kerja dalam suatu organisasi tersebut.

0 komentar

Post a Comment