4 Contoh Purposive Sampling dalam Sektor Bisnis dan Pendidikan

Author -  Admin Pengadaan

Purposive sampling adalah teknik sampling non random di mana peneliti menggunakan metode pengambilan sampel berdasarkan ciri-ciri tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Apabila Anda ingin menggunakan teknik sampling ini, pahami contoh purposive sampling pada penelitian.

Purposive sampling biasanya digunakan oleh peneliti dalam mengambil sampling untuk mengetahui penampang populasi. Mari kenali purposive sampling dan contoh pada artikel ini.




Pengertian Purposive Sampling


Purposive sampling adalah metode sampling di mana peneliti menggunakan penilaiannya sendiri saat menentukan anggota populasi penelitian. Metode pengambilan sampel ini memiliki nama lain, di antaranya judgement, selective atau subyektif sampling.

Sebagai metode sampling yang cukup populer, purposive sampling memiliki sejumlah kelebihan, di antaranya:


  • Cocok digunakan untuk mengeksplorasi keadaan antropologis.
  • Mudah dilakukan oleh peneliti.
  • Proses pengambil sampel lebih efisien.
  • Teknik relevan dengan sumber data primer.
  • Tujuan penelitian mudah terpenuhi.


Jenis Purposive Sampling


Sebelum mengetahui contoh purposive sampling, ada baiknya mengetahui jenis-jenis purposive sampling yang mana dibedakan menjadi beberapa jenis. Teknik purposive sampling dikategorikan berdasarkan jenis kasus yang diteliti. Selengkapnya dapat dilihat di bawah ini:


  • Sampel heterogen

Jenis sampling ini fokus menyeleksi data yang bersifat heterogen atau beragam.

  • Sampel homogen

Jenis sampling ini berkebalikan dengan sampel heterogen, di mana data yang diseleksi bersifat seragam.


  • Kasus ekstrim

Data sampel yang diambil pada jenis sampling ini adalah data dari kasus yang tidak umum terjadi di masyarakat. 


  • Kasus kritis

Data sampel yang diangkat pada jenis sampling ini bersifat urgent atau sangat penting.

  • Kasus khusus

Jenis pengambilan sampel ini menyeleksi kasus biasa dari populasi tertentu.


  • Purposive sampel expert

Pada jenis ini, pengambilan sampel dilakukan oleh ahli alias orang yang memiliki pengalaman di bidang tersebut.


Metode Purposive Sampling


Purposive sampling adalah metode sampling yang efisien dan cenderung menghemat waktu. Pasalnya, data yang dikumpulkan sudah sesuai kebutuhan penelitian. Adapun metode purposive sampling adalah sebagai berikut: 


A. Syarat purposive sampling

  1. Sampel sudah memiliki sifat, karakteristik, dan ciri khusus yang sudah sesuai dengan populasi sampel.
  2. Subjek dan objek penelitian yang dijadikan sampel harus memiliki kedekatan dengan tujuan penelitian yang dilakukan.
  3. Peneliti perlu melakukan studi pendahuluan yang akurat agar karakteristik objek dan subjek sampel.


B. Metode purposive sampling


  1. Rumuskan tujuan penelitian yang ingin dicapai agar peneliti dapat menentukan sampel yang memiliki relevansi.
  2. Selanjutnya, tentukan daftar kriteria tertentu agar sampel penelitian sesuai dengan tujuan dari penelitian.
  3. Apabila daftar kriteria sudah dibuat, pilih daftar populasi yang memiliki objek atau subjek sesuai kriteria dan tujuan yang ditentukan sebelumnya.
  4. Tentukan aturan yang jelas antara daftar minimal dan maksimal sampel.
  5. Setelah itu, sampel yang paling mendekati kriteria akan dipilih. Nantinya sampel ini dilakukan penelitian.


Contoh Purposive Sampling dalam Penelitian



Purposive sampling sengaja memilih sampel yang bersifat khusus dan relevan dengan tujuan penelitian. Sebagai bahan rujukan, Anda bisa memahami contoh purposive random sampling di bawah ini:


1. Penelitian pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di minimarket A


Pada kasus penelitian ini, data populasi adalah jumlah pelanggan di minimarket A yang terletak di kota Jakarta pada 2020. Adapun jumlah pelanggannya adalah 500 orang. Di mana 100 orang di antaranya member, dan 400 orang lainnya bukan member.


Kemudian peneliti merumuskan kriteria untuk penelitian tersebut seperti yang terlihat di bawah ini:


  • Pelanggan yang telah menjadi member minimal 1 tahun
  • Pelanggan yang mengisi kuesioner mencapai 50 orang


Sesuai dengan populasi tadi, dapat disimpulkan bahwa sampel yang dijadikan sebagai bahan penelitian pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di minimarket A adalah 50 orang pelanggan yang menjadi member minimal 1 tahun.


2. Penelitian terhadap kinerja pekerja di pabrik A di kota Solo


Contoh purposive sampling berikutnya diambil dari studi kasus mengenai kinerja pekerja di pabrik A di kota Solo. Adapun kriteria metode sampling yang dibuat adalah sebagai berikut:

  • Hanya 30% pekerja di pabrik A tersebut yang dijadikan sebagai sampel.
  • Sampel harus menjawab kuesioner yang dibuat peneliti. 
  • Sampel minimal sudah bekerja selama 5 tahun di pabrik tersebut.


Maka dari kriteria di atas dapat diketahui bahwa sampelnya yaitu:

  • Jumlah 30% pekerja di pabrik tersebut adalah 60 orang.
  • Pekerja yang mengisi kuesioner adalah 58 orang.
  • Pekerja yang bekerja lebih dari 5 tahun hanya sejumlah 45 orang.


Dari proses seleksi di atas, maka sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 45 orang.


3. Contoh purposive sampling pada penelitian kualitatif


Permainan money game di ponsel yang kian berkembang membuat seorang peneliti tertarik untuk mengusungnya. Alasannya, money game ini cukup memikat perhatian seluruh lapisan masyarakat. Peneliti merasa tertarik untuk meneliti perusahaan developer money game tersebut.

Realitas ini membuat peneliti penasaran mengenai ketertarikan pengguna money game tersebut. Ia menyusun daftar kriteria sampel pada daftar di bawah ini:

  • Mengetahui jumlah pengguna money game tersebut di beberapa daerah tertentu.
  • Mengetahui berapa banyak money game di Indonesia

Dalam proses penyeleksian sampel, peneliti menggunakan salah satu orang yang turut menggunakan aplikasi money game tersebut, adapun kriterianya:

  • Pengguna yang mengikuti Tiktok Cash.
  • Pengguna yang mengikuti V-Tube.

Mengingat kriteria sampel adalah pengguna yang ada di Indonesia, maka data yang didapatkan akan banyak dan tentunya menguras waktu banyak. Apabila Anda ingin lebih spesifik, maka kerucutkan kriteria sampel, misalnya memilih pengguna yang ada di kota Jakarta saja.


4. Contoh purposive sampling pada penelitian kuantitatif


Contoh purposive random sampling berikutnya dimulai dengan membentuk sampel yang akan digunakan dalam penelitian tersebut. Caranya dengan memanfaatkan purposive sampling. Tujuannya agar sampel lebih menekankan pada probabilitas dengan kriteria sampel. 

Sedangkan, berikut adalah kriteria dari penelitian ini:

  • Terdapat laporan keuangan yang bersifat baru, misalnya laporan keuangan dari tahun 2018 hingga tahun 2021.
  • Bank telah terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) pada saat dilakukannya penelitian dari tahun 2018 hingga tahun 2021. 
  • Bank umum bersifat go public.

Sesuai dengan kriteria pengambilan sampel yang sudah ditentukan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sampel yang akan dijadikan subjek atau objek dari penelitian adalah 29 bank, sesuai dengan kriteria yang dibuat.


Demikian contoh purposive sampling ini, harapannya Anda bisa memahami materi purposive sampling di atas. Jika sudah paham, maka menguasai metode ini bisa menjadi sebuah keunggulan Anda dalam melakukan penelitian, khususnya penelitian yang menyangkut antropologis.

0 komentar

Post a Comment