Mempelajari Sistem Kanban, Fungsi, Jenis, Dan Aturan Penggunaannya

Kanban merupakan salah satu alat penting untuk sistem produksi just in time (JIT). Selama ini perusahaan manufakturing menerapkan kanban untuk mengendalikan jumlah persediaan yang dibutuhkan. 

Pada awalnya ide dari sistem kanban ini muncul berasal dari supermarket. Pihak manajemen supermarket mengatur operasi penjualannya berdasarkan permintaan konsumen dengan menyediakan barang di rak sesuai dengan jenis dan jumlah yang diinginkan oleh konsumen.

Sementara itu dalam proses manufakturing, kanban digunakan untuk mengetahui berapa banyak jumlah persediaan yang datang dari supplier dan berapa banyak jumlah persediaan yang akan digunakan Departemen Produksi.




Apa itu Kanban?

Kanban berasal dari bahasa Jepang, yang berarti papan tanda atau kartu perintah. “Kan” berarti visual, “ban” berarti kartu.

Sistem kanban adalah suatu sistem untuk mengendalikan proses produksi barang atau komponen dalam jumlah yang diperlukan dan pada waktu yang diperlukan dalam setiap proses pabrik.

Kanban dicetak pada kertas vinyl dan ditempatkan pada palet tempat komponen bahan atau material.

Fungsi Kanban

 

Kanban berfungsi untuk mengatur pergerakan bahan di dalam sistem produksi agar tepat waktu. Tujuannya adalah untuk menandai kebutuhan bahan baku dan untuk menjamin barang atau bahan baku tersebut diproduksi tepat pada waktunya guna mendukung proses atau tahapan produksi berikutnya.


Empat fungsi umum Kanban, adalah :
 

1. Alat instruksi produksi dan pengangkutan 

Kanban berfungsi sebagai alat instruksi kerja yang mengatur apa, kapan, dimana dan bagaimana komponen atau bahan diproduksi serta diangkut. 

Fungsi kanban ini adalah sebagai cara untuk mengkomunikasikan informasi antara proses sebelum dan proses setelah produksi.
 

2. Alat untuk pengendalian secara visual

Kanban berfungsi untuk memonitor akurasi, lokasi dan arus dari komponen atau barang. Operator atau orang yang terlibat dalam proses produksi dapat memahami informasi dalam kanban cukup dengan melihat sepintas. Karena kanban selalu bergerak bersama komponen actual, maka komponen tanpa kanban dapat dengan mudah dikenali.

3. Alat untuk proses kaizen (perbaikan terus-menerus)

Sebagai alat control visual, jumlah kanban tidak disarankan terlalu banyak karena dapat  meningkatkan persediaan. Komponen atau bahan harus diperiksa untuk perbaikan terus menerus (kaizen).


4. Sebagai penyesuaian perubahan

Saat proses produksi biasanya tidak terlepas dari timbulnya permasalahan, seperti penundaan produksi, perbaikan mesin/ peralatan atau penyesuaian jadwal produksi. Kanban akan berfungsi sebagai penyesuai jika ada perubahan-perubahan tersebut.

Jenis Kanban

Terdapat dua jenis kanban yang banyak digunakan di perusahaan-perusahaan, yaitu:

  1. Kanban Pengambilan, yaitu kanban yang menjelaskan atau menspesifikasikan jenis dan jumlah produk yang harus diambil oleh proses selanjutnya dari proses sebelumnya.
  2. Kanban Perintah produksi, yaitu kanban yang menjelaskan atau menspesifikasikan jenis dan jumlah produk yang harus dibuat.

 

Berikut ini kami sajikan diagram klasifikasi kanban perintah produksi dan kanban pengambilan:


 Proses Penggunaan Kanban


Proses penggunan kanban yaitu memindahkan kanban dari satu tempat dimana pasokan kebutuhan produksi tersedia, ke tempat lain yang akan memanfaatkan pasokan tersebut. 

Berikut ini adalah langkah-langkah penggunaan Kanban:

  1. Operator dalam departemen produksi pergi ke gudang proses terdahulu dengan membawa Kanban pengambilan bersama dengan palet kosong yang ditaruh di atas forklift.
  2. Proses berikutnya apabila operator mengambil barang atau komponen misalkan di gudang B, maka operator itu melepaskan/mencabut kanban perintah produksi dari unit fisik untuk diletakan pada pos penerima Kanban (receiving post).
  3. Kanban perintah produksi yang telah dilepaskan/dicabut tadi, ditukarkan dengan kanban pengambilan. Kanban pengambilan tersebut ditempelkan/diikat pada unit fisik yang diambil. Operator produksi perlu melakukan pemeriksaan kebenaran spesifikasi barang dan jumlahnya.
  4. Unit fisik yang terikat dengan kanban pengambilan tadi, kemudian dibawa ke proses berikutnya.
  5. Apabila sejumlah unit masih dalam tahapan produksi, maka urutan produksinya harus disesuaikan dengan urutan pelepasan/pencabutan kanban perintah produksi.
  6. Selanjutnya operator memproduksi bahan atau komponen sesuai dengan urutan nomor Kanban perintah produksi di dalam pos. Yang perlu diperhatikan adalah unit fisik dan kanban harus bergerak secara berpasangan ketika diolah.
  7. Ketika unit fisik telah selesai melalui rangkain proses produksi, maka unit ini dan kanban perintah produksi akan diletakkan dalam gudang B sehingga operator dapat mengangkutnya ketika dibutuhkan.

 

Aturan Pelaksanaan Kanban


Sistem kanban harus mengikuti aturan pelaksanaannya sehingga secara tepat akan menjadi alat yang sangat efektif untuk pengendalian di lingkungan kerja.

Untuk mencapai sasaran Just In Time (JIT) Kanban, beberapa peraturan dalam pengoperasian kanban yang harus diikuti adalah:

Peraturan 1:


Peraturan pertama adalah pengambilan barang atau bahan untuk proses produksi berikutnya harus sesuai dengan yang diperlukan. Syaratnya barang tersebut dalam kondisi baik, tidak rusak. 


Pada peraturan ini, terdapat sub peraturan yang harus dipenuhi:

  • Setiap pengambilan tanpa Kanban harus dilarang.
  • Tidak boleh mengambil barang atau komponen yang lebih besar daripada jumlah yang tertera di dalam Kanban.
  • Kanban harus selalu ditempelkan atau dikaitkan pada unit produk fisik.

Adapun prasyarat yang harus dipenuhi oleh pabrik agar sistem kanban dapat berjalan dengan baik, yaitu:

  • Perataan produksi (heijunka)
  • Tata ruang proses
  • Standar proses dalam pekerjaan

 

Peraturan 2:


Syarat kedua adalah proses terdahulu harus menghasilkan produk barang atau komponen bahan sesuai dengan jumlah yang diperlukan untuk proses berikutnya.


Pada peraturan kedua ini juga terdapat sub peraturannya, yaitu:

  • Dilarang memproduksi bahan atau komponen yang lebih besar daripada jumlah lembaran kanban.
  • Proses produksi barang atau bahan harus sesuai dengan urutan asli permintaan proses berikutnya, yaitu mengikuti urutan kedatangan kanban pengambilan.

Peraturan 3:

Peraturan ketiga ini yaitu perusahaan tidak memproduksi komponen lebih banyak dari yang tertera pada kanban dan hanya memproduksi komponen atau bahan sesuai pada kanban.

Selain itu, barang atau komponen yang masuk ke dalam proses berikutnya tidak boleh dalam kondisi cacat, termasuk juga mencakup kerja cacat atau pekerjaan yang tidak sesuai standar.

Peraturan 4:

Bahan baku atau komponen produksi tidak boleh diproduksi atau diangkut bilamana tidak terdapat kanban. Kanban adalah satu-satunya instruksi produksi sehingga part tidak boleh dimanufaktur tanpa kanban.

Peraturan 5:

Kanban sebagai alat visual control pada lingkungan produksi dimana komponen selalu bergerak, kanban harus selalu terpasang pada komponen dan ikut bergerak. Sehingga operator atau orang yang terlibat dalam proses produksi dapat melacak dalam sekilas pandang.



Contoh Bentuk Kanban


Jenis kanban yang banyak adalah kanban perintah produksi. Bentuk fisik kanban perintah produksi ini terlihat seperti gambar di bawah ini :

Contoh Kartu Kanban

Keterangan :

Pada umumnya kanban jenis ini mempunyai 14 elemen penting, diantaranya :

  1. Material code, yaitu kode unik identitas material yang akan diproduksi. Pada kanban ini kode materialnya yaitu NHCH-077. 
  2. Thick, yaitu ketebalan dari bahan atau material yang akan diproduksi. Pada kanban ini ketebalan bahannya 2.6 cm
  3. Mother size, yaitu ukuran dari bahan atau material sebelum dilakukan proses produksi. Pada kanban ini tertulis 1120 x 400.
  4. Cutting size, yaitu ukuran dari material setelah melalui tahapan produksi. Pada kanban ini material yang diproduksi menjadi berukuran 373 x 400.
  5. Quantity part per kanban, yaitu jumlah material yang dipesan per kanban yang biasanya dalam satu pallet. Pada kanban ini tiap kanban berisi 40 material.
  6. Quantity mother sheet/ kanban, yaitu banyaknya material sebelum proses yang dibutuhkan untuk memproduksi sejumlah yang diminta oleh satu kartu kanban.
  7. Layout, yaitu ukuran dari material yang nantinya akan diproduksi.
  8. Nomor komponen, yaitu nomor komponen yang diproduksi
  9. Kode lini, yaitu kode lini itu berguna untuk menunjukkan lini produksi yang dituju.
  10. Address shearing, yaitu tanda jika proses shearing sudah dikerjakan semuanya
  11. Address stamping, yaitu tanda jika proses stamping sudah dikerjakan pada setiap material yang dikerjakan.
  12. Quantity order card, yaitu banyaknya kanban yang diproduksi pada saat bersamaan
  13. Customer, yaitu kode konsumen dari material yang diproduksi.
  14. Unique number, yaitu nomor unik dari suatu kanban.


Itulah ulasan mengenai apa itu kanban. Sistem ini menggunakan kartu visual sebagai alat untuk menyediakan informasi dalam rangka mengatur pergerakan persediaan dan bahan baku dalam perusahaan, khususnya untuk meningkatkan visibilitas dan transparansi atas pengendalian persediaan dan produksi.

0 komentar

Post a comment