Thursday, 6 September 2018

Metode Penghitungan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK)

Metode penghitungan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah penghitungan nilai komponen konstruksi  masing-masing sistem dari suatu bangunan untuk setiap kabupaten/kota. Nilai komponen tersebut dihitung menggunakan nilai tertimbang dengan rumus sebagai berikut:

Tahap penghitungan kedua adalah menghitung PPP sistem dengan menggunakan metode regresi Country Product Dummy (CPD). Model regresi CPD adalah sebagai berikut:

Tahap penghitungan ketiga adalah menghitung PPP bangunan dengan menggunakan metode rata-rata geometrik tertimbang (bobot sistem) dengan rumus sebagai berikut:


Tahap penghitungan keempat adalah menghitung PPP proyek dengan menggunakan metode rata-rata geometrik dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Tahap penghitungan terakhir adalah menghitung IKK kabupaten/kota dengan menggunakan metode rata-rata geometrik tertimbang (bobot APBD) dengan rumus sebagai berikut:


BoQ sebagai Penimbang dalam Penghitungan IKK

IKK sudah dihitung sejak tahun 2003. Penimbang yang digunakan untuk menghitung IKK adalah BoQ. Perkembangan teknik sipil sangat cepat ditambah lagi dengan pesatnya industri bahan bangunan. Saat ini material yang digunakan untuk kegiatan konstruksi  sudah banyak yang berubah atau muncul model baru seperti batako ringan, atap baja ringan, kusen aluminium, dsb. Peraturan Pemerintah  baik pusat maupun daerah yang mempengaruhi kegiatan konstruksi juga banyak berubah. Hal-hal tersebut mengakibatkan BoQ yang selama ini digunakan untuk menghitung IKK tidak lagi sesuai dengan kondisi di lapangan.

No comments:

Post a Comment