Apa itu Sistem Pakar? Ini Sejarah, Karakteristik, Jenis, dan Cara Kerja

Author -  Admin Pengadaan

Perkembangan sistem informasi semakin cepat dan memberikan banyak kemudahan untuk manusia. Salah satu sistem informasi yang kini sering diperbincangkan banyak orang adalah sistem pakar. Sistem Pakar (Expert System) terdiri dari dua kata, yaitu sistem dan pakar.

Pakar merupakan orang mempunyai keahlian khusus dalam bidang tertentu sehingga dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesikan oleh orang awam. Sedangkan pengertian Sistem Pakar adalah sistem atau software komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran interferensi menyerupai seorang pakar dalam memecahkan masalah.

Lalu, selanjutnya apa fungsi sistem pakar? Sistem pakar apa saja? Bagaimana cara kerja dari sistem pakar? Artikel ini akan membahas tentang pengertian pakar dan sistem pakar beserta informasi penting lainnya. Simak artikel hingga akhir untuk mendapat informasi lengkap tentang sistem pakar!



Pengertian Pakar dan Sistem Pakar


Sistem pakar terdiri dari dua kata utama yaitu sistem dan pakar. Pakar adalah seorang ahli yang memiliki kemampuan atau keahlian khusus secara detail dan mendalam di bidangnya masing-masing. Lalu, apa yang dimaksud dengan sistem pakar?

Sistem pakar adalah sebuah sistem program komputer atau sistem informasi yang di dalamnya terdapat banyak pengetahuan lebih dari satu pakar manusia terkait bidang ilmu yang detail, spesifik, dan mendalam. 

Sistem pakar sering disebut juga sebagai expert system. Secara sederhana sistem pakar berupa program komputer atau perangkat lunak memiliki kemampuan untuk meniru kinerja seorang pakar dalam menyelesaikan permasalahan atau pertanyaan dari penggunanya.

Sistem pakar memiliki fungsi untuk memberikan rekomendasi jawaban penyelesaian atas permasalahan atau pertanyaan yang diajukan. Tentu saja jawaban atau rekomendasi yang diberikan memiliki dasar ilmu terpercaya sesuai dengan bidangnya.


Sejarah Sistem Pakar


Bagaimana sejarah sistem pakar? Sistem pakar yang awalnya disebut Dendral pertama kali mulai dikembangkan oleh para peneliti kecerdasan buatan atau Artificial Intelegence (AI) sekitar tahun 1960-an di Standford. 

Sistem pakar Dendral inilah yang membantu para ahli kimia menentukan struktur molekul organik dengan rumus kimia dan data spektrografi yang ada di ikatan kimia molekul. Prinsip dasar dan ide sistem pakar Dendral sangat efektif digunakan sampai sekarang di berbagai laboratorium kimia.

Metodologi sistem pakar modern terus dikembangkan dan dikaitkan dengan pengembangan lainnya bernama Mycin. Sistem pakar ini dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang terbatas. Kinerja sistem pakar Mycin didasarkan pada prinsip logika.

Hingga saat ini sistem pakar masih terus dikembangkan lebih jauh untuk membantu manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Perkembangannya pun semakin canggih dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang juga berkembang dengan pesat saat ini.


Ciri-Ciri Sistem Pakar


Apa saja ciri-ciri atau karakteristik dari sistem pakar? Sistem pakar memiliki ciri-ciri tertentu. Berikut ini ciri-ciri dari sistem pakar, yaitu:

  1. Memiliki batasan pada bidang spesifik tertentu.
  2. Mampu memberikan penalaran atau penjelasan secara logika untuk data yang tidak pasti atau tidak lengkap.
  3. Mampu memberikan rangkaian alasan yang mudah dipahami atas pertanyaan yang ajukan.
  4. Sistem kerjanya berdasarkan pada kaidah atau rule tertentu.
  5. Dirancang agar dapat dikembangkan secara bertahap.
  6. Hasil yang dikeluarkan berupa rekomendasi, nasihat, atau anjuran.
  7. Hasil yang dikeluarkan bergantung dari dialog yang dilakukan dengan user.
  8. Pada sistem pakar, knowledge base dan inference engine terpisah.


Jenis Sistem Pakar


Selain mempelajari pengertian pakar dan sistem pakar, berbagai jenis-jenis sistem pakar juga harus dipahami. Berikut ini beberapa jenis dari sistem pakar, yaitu:

  • Interpretasi berupa kesimpulan dari sekumpulan data mentah. Pengambilan keputusannya berdasarkan hasil observasi atau pengamatan, seperti analisis citra, interpretasi sinyal, pengenalan ucapan, dan lain sebagainya.
  • Prediksi berupa proyeksi akibat-akibat yang mungkin terjadi pada situasi-situasi tertentu.
  • Diagnosis, menentukan penyebab dalam situasi kompleks berdasarkan gejala yang diamati.
  • Desain atau perancangan untuk menentukan konfigurasi beberapa komponen sistem yang cocok dengan tujuan kinerja tertentu. Misalnya, perancangan layout bangunan.
  • Planning atau perencanaan berupa tindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya, perencanaan keuangan dan perencanaan lainnya.
  • Monitoring berupa proses membandingkan antara hasil pengamatan yang ada dengan kondisi atau hasil yang diharapkan sebenarnya. Misalnya, computer aided monitoring system.
  • Debugging berupa menentukan dan menginterpretasikan cara-cara untuk mengatasi malfungsi yang terjadi. Misalnya berupa pemberian resep obat terhadap kegagalan.
  • Reparasi, pelaksanaan rencana untuk perbaikan.
  • Instruction berupa arahan.
  • Control berupa pengaturan.


Cara Kerja Sistem Pakar




Pada dasarnya cara kerja sistem pakar adalah mengelola informasi (permasalahan) yang masuk kemudian memberikan respon (jawaban, saran, anjuran, atau rekomendasi) berdasarkan ilmu/ pengetahuan pakar yang dimilikinya.

Cara kerja sistem pakar dilakukan berdasarkan beberapa metode. Berikut ini beberapa metode yang digunakan dalam cara kerja sistem pakar, yaitu:

1. Analytical Hierarchy Process (AHP)

Sistem pakar dengan metode AHP bekerja untuk mengambil keputusan berdasarkan perbandingan antara beberapa pasangan dan kriteria yang ada di dalam suatu variabel. Sistem pakar akan melakukan analisis membuat variabel dalam bentuk hierarki berdasarkan urutan.

Setelah itu, dilakukan proses pembandingan untuk menarik kesimpulan berdasarkan metrik guna menentukan nilai pada kriteria atau variabel yang digunakan.

2. Breadth First Search

Cara kerja sistem pakar di metode ini adalah menerapkan proses antrean data untuk menyimpan informasi yang sebelumnya telah dianalisis. Metode ini juga membutuhkan tabel Boolean.

Tabel Boolean akan digunakan untuk menyimpan informasi ke dalam simpul sehingga tidak akan ada informasi yang dikunjungi lebih dari satu kali.

3.  Best First Search (BFS)

BFS merupakan kombinasi metode DFS dan Breadth First Search, sehingga sistem pakar mampu menyajikan tampilan output dari hasil analisa variabel sebelumnya.

4. Depth First Search (DFS)

Sistem pakar membuat algoritme memproses penelusuran menggunakan struktur grid dan mengacu pada pedoman tingkat kedalaman data.

5. Forward Chaining (Penelusuran ke Depan)

Metode ini dilakukan dengan proses pencarian fakta terlebih dahulu dalam sistem pakar. Fakta yang ditemukan akan digunakan dalam pengujian suatu nilai kebenaran terhadap hipotesis yang dikembangkan.

6. Backward Chaining (Penelusuran ke Belakang)

Sistem pakar akan melakukan pelacakan sistem keputusan yang dimulai dari tahap menarik kesimpulan dari sebuah penalaran. Cara kerja sistem pakar pada metode ini memang berkebalikan dengan Forward Chaining.

Setelah itu, proses selanjutnya adalah penyusunan hipotesis sehingga fakta yang ditemukan dapat memberikan value dan penguatan hasil kesimpulan.


Pengertian pakar dan sistem pakar adalah sebuah sistem program komputer dengan banyak pengetahuan spesifik dari pakar manusia. Sistem pakar memiliki fungsi untuk memberikan jawaban (rekomendasi, anjuran) atas informasi berupa pertanyaan berdasarkan ilmu pakar yang dimiliki.

0 komentar

Post a Comment