Apa itu Manajemen Talenta? Ini Fungsi, Tahapan, Cara Membuat, dan Contohnya

Author -  Admin Pengadaan

Karyawan sebagai sumber daya manusia di suatu perusahaan memiliki peranan penting dalam perkembangan perusahaan tersebut. Manajemen talenta adalah cara menilai atau analisis kinerja dan potensi karyawan tersebut dengan tepat agar perusahaan/institusi bisa lebih dikembangkan.

Apa manfaat manajemen talenta? Bagaimana proses dan tahapan yang harus dilakukan? Bagaimana contoh manajemen talenta yang baik? Simak langsung informasi lebih lengkap tentang manajemen talenta dengan membaca artikel ini!


Pengertian Manajemen Talenta Adalah


Setiap karyawan di perusahaan sudah melakukan kinerja terbaik bagi perkembangan perusahaan. Mereka menggunakan kemampuan dan potensi yang dimiliki untuk mengembangkan kinerja perusahaan. Tentunya perusahaan harus berperan dalam mengelola potensi yang dimiliki oleh karyawan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah manajemen talenta. Apa yang dimaksud dengan manajemen talenta? Manajemen talenta adalah suatu cara untuk menganalisis kinerja dan potensi talenta yang dimiliki karyawan agar dapat dikembangkan dengan tepat demi kebutuhan perusahaan.

Nah, baik di sektor pemerintah maupun swasta manajemen talenta ini diatur. Di dalam pemerintahan, manajemen talenta dilakukan untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN). Manajemen Talenta ASN adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan profesionalisme di lingkup birokrasi, sehingga tercipta pelayanan prima.

Peraturan yang digunakan sebagai dasar hukumya adalah PermenpanRB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN.




Karakteristik Manajemen Talenta


Karakteristik manajemen talenta adalah ciri-ciri yang dimiliki suatu perusahaan dalam menjalankan manajemen talenta. Berikut ini beberapa karakteristik manajemen talenta oleh perusahaan, yaitu:

  • Memiliki development mindset atau pemikiran yang mengutamakan pengembangan karawyaan sebagai sosok pribadi di dalam perusahaan.
  • Melakukan implementasi performance culture atau budaya kerja yang baik.
  • Memiliki executice sponsorship atau pendukung pengembangan pegawai berpotensi tinggi. Misalnya, direktur, pemimpin senior, dan lain sebagainya.
  • Menerapkan good HRD information system dengan adanya infrastruktur, investasi, dan sistem informasi SDM yang tepat.


Fungsi Manajemen Talenta

Manajemen talenta memiliki peranan yang sangat penting di dalam suatu perusahaan. Apa saja peranan atau fungsi dari manajemen talenta? Berikut ini beberapa fungsi dari manajemen talenta, yaitu:

  • Membantu perusahaan dalam menjawab tantangan bisnis dan kompetisi dengan pesaing.
  • Tersedianya daftar karyawan yang memiliki potensi.
  • Meningkatkan jenjang karier karyawan sesuai dengan kinerja dan kemampuannya.
  • Membuat perusahaan dipandang sebagai tempat yang baik untuk perkembangan karier karyawan.
  • Membangun budaya agar karyawan memiliki semangat untuk terus berkembang dan mendapat prestasi dalam pekerjaannya.


Tujuan Manajemen Taletnta


Apa saja tujuan dilakukannya proses manajemen talenta di suatu perusahaan? Berikut ini beberapa tujuan dilaksanakannya proses manajemen talenta oleh suatu perusahaan, yaitu:

  • Membangun dan mengembangkan tim unggul di tengah persaingan bisnis.
  • Mendapatkan karyawan potensial sebagai pengganti untuk jabatan atau posisi penting di perusahaan.
  • Menumbuhkan sikap loyalitas karyawan yang sudah bekerja di perusahaan.
  • Sebagai salah satu usaha untuk memasuki target pasar baru.


Proses atau Tahapan Manajemen Talenta


Manajemen talenta juga dapat disebut sebagai suatu strategi untuk mengelola sumber daya manusia di perusahaan. Oleh karena itu, proses manajemen talenta tidak boleh dilakukan sembarangan. Manajemen talenta harus dilakukan dalam beberapa tahapan dan terstruktur.


Berikut ini tahapan atau langkah-langkah dalam manajemen talenta, yaitu:


1. Talenta Criteria (Menetapkan Kriteria Talenta)

Tahap pertama proses manajemen talenta dilakukan dengan membuat dan menetapkan kriteria yang diinginkan untuk menempati posisi yang dituju. Kriteria calon karyawan potensial ini terdiri dari beberapa aspek, yaitu:

  • Kualitas karakter diri.
  • Pengetahuan tentang bisnis.
  • Kemampuan teknikal tentang bisnis yang dijalankan.
  • Pengalaman karir.
  • Kinerja yang dicapai selama bekerja.
  • Assignment potensi.


2. Talenta Pool Selection (Proses Seleksi)

Tahapan selanjutnya adalah proses seleksi terhadap karyawan-karyawan yang telah memenuhi kriteria sebelumnya. Karyawan-karyawan yang mengikuti proses seleksi dapat berasal dari berbagai department maupun jabatan.

Seleksi dilakukan dengan berbagai macam cara, tetapi harus memenuhi dua unsur utama. Dua unsur tersebut adalah identifikasi talenta dan menarik atau menentukan talenta yang akan masuk ke dalam program pengembangan atau percepatan. 

3. Acceleration Development Program (Pembuatan Program Percepatan)

Proses selanjutnya yang dapat dilakukan adalah membuat perencanaan program-program pengembangan atau percepatan yang akan dilakukan. Program percepatan yang dibuat akan diikuti oleh semua karyawan atau talenta potensial yang telah dipilih sebelumnya.


4. Key Position Assignment (Penugasan)

Setelah program selesai dibuat, karyawan potensial akan mendapatkan penugasan. Penugasan ini berisi tugas-tugas yang harus dikerjakan sebagai penilaian dalam program percepatan.


5. Monitoring Program (Pengawasan dan Evaluasi Kemajuan Program)

Proses monitoring atau pengawasan juga dilakukan terhadap penugasan yang dikerjakan masing-masing peserta program percepatan. Proses monitoring dapat digunakan untuk melihat kemajuan maupun hasil dari penugasan yang telah dikerjakan.

Setelah itu, evaluasi akan dilakukan untuk menentukan apakah karyawan memiliki potensi dan layak menempati posisi atau jabatan tujuan.


Cara Membuat Manajemen Talenta


Manajemen talenta umumnya dibuat oleh department Human Capital atau People Development yang ada di suatu perusahaan. Cara membuat manajemen talenta dapat dilakukan dengan mengikuti setiap tahapan dalam manajemen talenta seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.


Berikut ini cara membuat manajemen talenta, yaitu:

  • Menentukan tujuan spesifik berupa jabatan yang akan diisi oleh karyawan potensial.
  • Menetapkan kriteria karyawan yang dapat masuk sebagai calon karyawan potensial dalam mengikuti program pengembangan.
  • Membuat dan merencanakan program pengembangan atau percepatan yang akan dilaksanakan.
  • Melakukan seleksi karyawan potensial.
  • Memberikan penugasan terhadap karyawan yang mengikuti program pengembangan.
  • Melakukan monitoring terhadap program pengembangan yang dilakukan.
  • Evaluasi hasil akhir penugasan dalam program pengembangan.


Contoh Manajemen Talenta


Hampir setiap perusahaan melakukan proses manajemen talenta. Contoh manajemen talenta adalah program percepatan atau pengembangan (Development Program) yang dilakukan untuk mendapat karyawan potensial yang akan menempati posisi lebih tinggi.

Berikut ini contoh kasus dalam proses manajemen talenta, yaitu:

Suatu perusahaan memiliki kekosongan posisi Koordinator Department Learning & Development. Untuk mendapatkan karyawan potensial yang akan menempati posisi tersebut maka dilakukan Development Program sebagai bagian dari manajemen talenta.

Beberapa karyawan staff Department Learning & Development yang sudah lama bekerja dan memenuhi kriteria akan mengikuti Development Program serta mengerjakan penugasan sesuai jabatan yang dituju. Selain itu, akan aja juga proses monitoring dan evaluasi dari penugasan yang dilakukan.

Hasil dari penugasan tersebut akan menentukan satu orang karyawan staff Department Learning & Development yang akan menempati posisi Koordinator Department Learning & Development sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.


Manajemen talenta adalah sebuah strategi atau proses yang dilakukan perusahaan untuk menilai karyawan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Manajemen talenta sangat penting dilakukan karena memiliki manfaat bagi perusahaan maupun karyawan perusahaan tersebut.

0 komentar

Post a Comment