Strategi Transnasional: Pengertian, Ciri-ciri, Kelebihan dan Kekurangan, dan Contoh Perusahaannya

Author -  Muzaki L

Bagi Anda yang menjalankan bisnis tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah transnasional, bukan? Transnational strategy atau strategi transnasional adalah strategi internasional di mana sebuah perusahaan berusaha untuk mencapai tanggap lokal dan efisiensi global. 

Dalam penerapannya, strategi ini membutuhkan konsentrasi serius dan mengikuti aturan-aturan tertentu. Untuk mengetahui pengertian, ciri-ciri, dan kelebihan, serta kekurangan dari transnational strategi, mari simak ulasan selengkapnya berikut ini. 

Perusahaan dengan Strategi Transnasional


Apa Itu Strategi Transnasional?



Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, strategi transnasional merupakan salah satu strategi yang digunakan dalam hal perluasan cakupan perusahaan melewati batas-batas kedaulatan negara tersebut.

 Ada beberapa ahli yang mendefinisikan makna dari istilah transnasional antara lain: 

1. Thomas L. Friedman


Menurut pendapat Thomas L. Friedman, transnasional merupakan salah satu jenis sistem sosial yang menitikberatkan pada integrasi seluruh dunia tanpa adanya sekat antara satu negara dengan negara lainnya. 

Transnasional ini menjadi bentuk nyata dari aspek globalisasi dengan segala bentuk perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia. 


2. Rondolph Bourne

Rondolph Bourne juga mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian dari transnasional. Transnasional merupakan salah satu cara berpikir sebagian atau sekelompok orang yang berbeda mengenai hubungan antar unsur kebudayaan. 


Untuk bisa mengenal antara satu dengan lainnya, seolah-olah tidak ada batasan apapun asalkan ada kesamaan yang bisa dijadikan alasan untuk membentuk organisasi atau komunitas. 


Meski begitu, dalam penerapannya, perusahaan transnasional ini masih tetap mempertahankan karakteristik atau ciri khas dari perusahaan asal. Perusahaan yang menerapkan strategi ini awal mulanya dibentuk sebagai perusahaan induk. 


Nantinya, perusahaan ini akan menghasilkan anak-anak perusahaan di beberapa negara dan tetap berada di bawah pengelolaan perusahaan induknya. Perusahaan ini menjalankan bisnisnya di lebih dari satu negara dan tidak menganggap suatu negara tertentu sebagai rumah nasionalnya. 


Strategi ini menggabungkan elemen strategi multidomestik dan global di mana sebuah perusahaan akan menghadapi pilihan secara internasional. 


Elemen tersebut meliputi alokasi sumber daya, produk dan layanan yang disesuaikan preferensi pasar lokal, dan keseimbangan wewenang antara kantor pusat dengan unit bisnis di bawahnya. 

Baca juga: 5 Strategi Pemasaran Produk untuk Mendapatkan Pelanggan Setia
                  
                  Mengenal Strategi Bundling Untuk Marketing Yang Sukses

Ciri-ciri Strategi Transnasional


Bagi Anda yang belum memahami istilah transnasional secara lebih jelas, ada beberapa ciri atau karakteristik yang bisa dijadikan sebagai patokan untuk melihat apakah perusahaan tersebut menggunakan paham transnasional atau bukan. Berikut ini beberapa ciri-ciri transnasional.


1. Punya Tujuan Tertentu

Setiap organisasi atau perusahaan yang menerapkan transnational strategi pasti memiliki tujuan berbeda-beda baik berupa kepentingan umum maupun kepentingan pribadi. Ketika suatu organisasi atau perusahaan melakukan kegiatan sosial, maka hal tersebut merupakan kepentingan bersama. 

Berbeda halnya ketika suatu organisasi atau perusahaan melakukan suatu tindak kecurangan atau kejahatan tertentu, maka hal tersebut menjadi sebuah keuntungan bagi salah satu pihak yang berkuasa. 


2. Lintas Bangsa

Ciri transnational strategy selanjutnya yaitu lintas bangsa di mana organisasi atau perusahaan yang menerapkan strategi ini akan melakukan hubungan atau kerja sama di tingkat internasional bersama dengan negara lain. 

Jaringan yang dibangun berdasarkan strategi pasar transnasional juga sangat luas dan bukan dibangun atas dasar kepentingan negara melainkan untuk kepentingan umat. 


3. Konsep Ideologi Umat

Transnasional merupakan ideologi yang dilandaskan pada kepentingan sebagian kelompok atau agama saja. Gerakan satu ini biasanya dilakukan secara masif dengan tujuan yang sangat luas sehingga ada banyak cara untuk mengembngkannya.  


4. Fundamentalisme

Organisasi atau perusahaan yang menggunakan strategi satu ini memiliki model pemikiran yang fundamental dan radikal. Dengan begitu, mereka akan memberikan pengaruh atau doktrin bagi orang-orang yang dijadikan sebagai target. 


Kelebihan dan Kekurangan Strategi Transnasional


Setiap konsep atau strategi tentunya ada keuntungan dan kekurangan yang dimiliki. Sebelum membahas kekurangannya, ada beberapa kelebihan dari transnational strategy. Nah, berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari transnational strategy. 


1. Kelebihan Strategi Transnasional


Setiap ideologi atau strategi pasti menawarkan sejumlah kelebihan. Berikut ini beberapa kelebihan dari transnational strategy. 


a. Kinerja Tinggi

Perusahaan yang menerapkan strategi ini biasanya memiliki kinerja yang tinggi dan banyak menyerap tenaga kerja. Dengan adanya perusahaan transnasional, maka akan membantu pemerintah mengurangi jumlah pengangguran. 


b. Meningkatkan Pendapatan Negara

Seiring dengan jumlah tenaga kerja yang banyak dan kinerja yang tinggi, maka akan membantu meningkatkan pendapatan negara. 


c. Pengelolaan yang Baik 

Dalam menjalankan dan melaksanakan strategi transnasional, sebuah perusahaan harus bisa membangun visi bersama dan komitmen individu melalui jaringan terpadu. Hal ini tentunya akan membantu perusahaan dalam mengelola hubungan bersama pelanggannya. 


Tidak hanya itu saja, pihak perusahaan juga bisa mengelola hubungan yang baik dengan pemasok, mitra, dan pihak lainnya agar lebih efisien dibandingkan ketentuan pasar. 


d. Meningkatkan Jumlah Pesaing Global

Dengan menerapkan transnational strategy, maka akan membantu meningkatkan jumlah pesaing global. Hal ini dikarenakan adanya permintaan barang kebutuhan yang tinggi agar harganya tidak turun. 


2. Kekurangan Strategi Transnasional

Di samping menawarkan sejumlah kelebihan, strategi perusahaan transnasional juga memiliki sejumlah kekurangan. Berikut ini beberapa kekurangan dari transnasional. 


a. Meningkatkan Polusi

Perusahaan yang menerapkan strategi satu ini biasanya berbentuk pabrik sehingga memiliki kontribusi yang tinggi terhadap jumlah polusi di Indonesia. Selain itu, perusahaan transnasional juga mengurangi jumlah lahan hijau yang ada di Indonesia. 


b. Sulit Diterapkan

Strategi yang diterapkan perusahaan transnasional tergolong sulit untuk diterapkan karena banyak industri yang mulai mengalami persaingan global dan peningkatan penekanan efisiensi global. 


Contoh Perusahaan Transnasional




Perusahaan transnasional merupakan perusahaan yang memproduksi produk baik barang atau jasa di lebih dari satu negara. Perusahaan transnasional biasanya berupa perusahaan kecil yang memiliki satu atau dua cabang di negara lain. 


Tidak hanya itu saja, perusahaan seperti ini biasanya juga memiliki beberapa perusahaan raksasa di seluruh dunia. Ada beberapa contoh perusahaan transnasional antara lain sebagai berikut.


1. LG Corp

LG Corp merupakan salah satu perusahan transnasional terbesar kedua Korea yang memproduksi alat elektronik, produk telekomunikasi, dan kimia. 


2. Coca-cola

Perusahaan Coca-cola yang didirikan oleh seorang ahli farmasi dan minuman asal Atlanta bernama Dr. John S. Pemberton. Perusahaan yang didirikan pada bulan Mei 1886 ini menerapkan strategi pasar transnasional. 


3. General Motors Corporation

General Motors Corporation juga menjadi salah satu perusahaan transnasional yang bergerak dalam bidang otomotif. Perusahaan satu ini sudah memiliki cabang bisnis di 157 negara yang tersebar di seluruh dunia dan sejumlah pabrik di 31 negara. 


Ulasan mengenai strategi transnasional di atas bisa menjadi tambahan wawasan dan referensi untuk Anda. Perusahaan transnasional pada umumnya memiliki anak perusahaan di beberapa negara lain, namun tetap berada di bawah pengawasan dan pengelolaan perusahaan induk. 

0 komentar

Post a Comment