Mengenal Warna Komplementer, Jenis, Contoh, dan Perbedaannya dengan Analogous

Author -  Nidaur Rahmah

Segala sesuatu ada jodohnya, begitu pula dengan warna. Untuk bisa memahami tentang warna komplementer, ilustrasi yang paling mudah adalah menjodohkan warna berdasarkan posisinya dalam lingkaran warna. Jika salah dalam menjodohkan warna, hasilnya akan kurang bagus untuk dilihat.

Ilmu penjodohan warna ini sangat penting untuk dipahami, terutama kalau Anda akan mempelajari tentang desain grafis. Tanpa memahami warna mana yang bisa saling melengkapi, kombinasi warna yang Anda pilih bisa jadi akan menghasilkan karya seni yang berantakan.



Pengertian Komplementer dalam Penggabungan Warna


Setiap warna mempunyai karakter dan sifatnya sendiri. Ada warna tertentu yang membawa kesan sejuk, ada juga warna yang mempunyai kesan panas, dan ada warna yang mempunyai kesan mewah. Saat beberapa warna disandingkan dengan warna lainnya, akan muncul kesan atau efek visual.

Salah satu kesan atau efek visual yang bisa dihasilkan oleh warna-warna yang disandingkan tersebut adalah komplementer yang berarti saling melengkapi dan saling mengisi. Dua warna atau lebih yang saling melengkapi bisa bekerja sama dengan baik dan menutup kelemahan warna lainnya.

Di lingkaran warna Brewster, warna yang saling melengkapi ini letaknya saling berhadapan satu sama lain. Meskipun letaknya berlawanan, beberapa warna tersebut bisa saling menunjang lho ketika dikombinasikan.

Baca juga: Mengenal Jenis Campuran Warna, Ini Lho Daftarnya!

Contoh Warna dalam Lingkaran yang Bersifat Komplementer

Sebelum melihat contoh warna yang saling melengkapi, Anda perlu memahami dulu beberapa warna yang ada di roda warna atau color wheel. Ada tiga jenis warna berbeda yang ada dalam sebuah roda warna. Yang pertama adalah warna primer kemudian warna sekunder dan yang terakhir warna tersier.


Warna Primer

Warna Sekunder

Merah

Orange Kemerahan (merah bercampur kuning dengan warna merah lebih dominan)

Orange (merah bercampur kuning)

Orange Kekuningan (merah bercampur kuning dengan kuning lebih dominan)

Kuning

Hijau (kuning bercampur biru)

Hijau Kekuningan (kuning bercampur biru dengan warna kuning lebih dominan)

Hijau Kebiruan (kuning bercampur biru dengan warna biru lebih dominan)

Biru

Ungu Kebiruan (biru bercampur merah dengan warna biru lebih dominan)

Ungu (biru bercampur merah)

Ungu Kemerahan (biru bercampur merah dengan warna merah lebih dominan)



Ada empat jenis warna komplementer yang terbentuk dari sebuah lingkaran warna yang terdiri dari warna primer dan sekunder diatas. Keempat jenis warna komplementer itu adalah direct komplementer, split komplementer, triad komplementer, dan tetrad komplementer.


1. Warna Direct Komplementer




Direct komplementer adalah teknik pengkombinasian warna yang dilakukan dengan menghubungkan dua warna yang saling berhadapan atau berlawanan arah dengan cara menarik garis lurus yang sudutnya 180 derajat.

Jika diurutkan dalam bentuk lingkaran, maka warna-warna yang posisinya saling berhadapan dan membentuk sebuah kombinasi warna yang saling melengkapi adalah tiga warna primer yang masing-masing mendapatkan sebuah warna sekunder sebagai pelengkapnya.

Ketiga kombinasi warna yang saling melengkapi tersebut adalah:

  • Warna merah (warna primer) dikombinasikan dengan warna hijau (sekunder)
  • Warna kuning (primer) dikombinasikan dengan warna ungu (sekunder)
  • Warna biru (primer) dikombinasikan dengan warna orange (sekunder)
Tampaknya, bukan hanya keenam warna tersebut yang membentuk kombinasi warna yang saling melengkapi, masih ada beberapa jenis komplementer yang perlu Anda ketahui, yaitu warna split komplementer, warna triad komplementer, dan warna tetrad komplementer. Berikut penjelasannya.


2. Warna Komplementer Split



Jenis pertama dari pengembangan complementary color atau warna yang saling melengkapi adalah split komplementer. Jika komplementer yang sebelumnya menggunakan garis lurus 180 derajat untuk menghubungkan dua warna yang saling melengkapi, jenis yang satu ini sedikit berbeda.

Ada 3 warna yang terhubung tapi tidak dihubungkan dengan sebuah garis lurus. Garis yang menghubungkan ketiga warna tersebut akan membentuk sebuah segitiga sama kaki.

Warna yang dihubungkan adalah sebuah warna sekunder dengan dua warna sekunder lain yang ada di seberangnya. Contoh kombinasi warna split komplementer adalah:

  • Orange dengan hijau kebiruan dan ungu kebiruan.
  • Hijau dengan ungu kemerahan dan orange kemerahan.
  • Ungu dengan hijau kekuningan dan orange kekuningan.

3. Warna Triad Komplementer


Via photoshopdesire.com


Meskipun mirip dengan split komplementer, triad komplementer ini sedikit berbeda. Ada 3 warna yang akan dihubungkan dengan sebuah segitiga tapi bukan segitiga sama kaki. Segitiga yang digunakan dalam menghubungkan 3 warna tersebut adalah segitiga sama sisi dengan sudut 60 derajat.

Karena membentuk segitiga sama sisi, maka warna yang dihasilkan adalah warna sekunder utama yang merupakan hasil pencampuran warna primer yaitu Orange, Hijau, dan Ungu.


4. Warna Tetrad Komplementer


Via luminous-landscape.com



Yang terakhir ada tetrad komplementer. Jenis komplementer yang satu ini menghubungkan 4 warna berbeda dengan bantuan sebuah garis yang membentuk persegi panjang yang masing-masing sisinya membentuk sudut 90 derajat. Contoh warna yang tercipta dengan kombinasi komplementer ini adalah:

  • Merah dengan Biru, Hijau, dan Orange.
  • Ungu Kemerahan dengan Hijau Kebiruan, Hijau Kekuningan, dan Orange Kemerahan.
  • Ungu dengan Biru, Kuning, dan Orange.

Perbedaan Komplementer dengan Warna Analogus






Komplementer dan analogos merupakan penggabungan warna yang menggunakan teknik yang masing-masing berbeda. Berikut ini adalah penjelasan mengenai perbedaan antara warna komplementer dan analogos.

1. Complementary Color

Merupakan kombinasi warna yang letaknya tidak bersebelahan melainkan berseberangan dengan sudut tertentu dan tidak selalu dalam satu rumpun yang sama. Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa terdapat empat jenis complementary color yang menghasilkan banyak sekali kombinasi warna yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya, yaitu direct komplementer, split komplementer, triad komplementer, dan tetrad komplementer.


2. Analogous Color

Merupakan kombinasi warna berdasarkan posisi warna yang saling bersebelahan dan masih dalam satu rumpun yang sama. Contohnya adalah warna Orange Kemerahan dengan Orange dan Orange Kekuningan atau Ungu Kebiruan dengan Ungu dan Ungu Kemerahan.


Demikianlah ulasan mengenai apa itu warna komplementer, jenis, dan contoh-contohnya. Bermain dengan warna memang sebuah aktivitas yang menyenangkan. Terlebih jika Anda memiliki minat dalam desain, yuk kenali dan asah terus skill hingga menjadi desainer handal!

0 komentar

Post a Comment