Mengenal Konsep Diri, Ciri-Ciri, Faktor, Aspek, dan Hubungannya dengan Kepercayaan Diri

Author -  Nidaur Rahmah

Konsep diri berperan penting bagi seorang individu yang dapat mempengaruhi sikap dan perilakunya. Bagaimana individu memandang dirinya yang kemudian akan berdampak pada seluruh perilakunya dalam menjalani kehidupan.

Konsep diri bukanlah bakat yang dibawa sejak lahir, melainkan terbentuk melalui proses yang cukup panjang mulai dari masa kecil hingga dewasa. Konsep diri seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Karena orang-orang yang dikenal pertama kali oleh individu adalah orang tua dan anggota keluarga lainnya, baru kemudian pengaruh lingkungan sekitar yang berinteraksi secara langsung dengannya.




Pengertian Konsep Diri

Konsep diri adalah suatu gambaran campuran dari sikap dan pandangan individu teradap seluruh keadaan dirinya, apa yang individu tersebut pikirkan, pikiran atau pendapat orang lain mengenai dirinya, dan seperti apa yang dia ingingkan untuk kedepannya. 

Brooks, seorang ahli psikologi, mendefinisikan konsep diri sebagai segala persepsi tentang diri sendiri, secara fisik, sosial, dan psikologis yang diperoleh berdasarkan pengalaman dan interaksi dengan orang lain. 

Selanjutnya Hall dan Lindzey memberikan dua definisi terkait dengan apa itu konsep diri, yaitu:

  1. Konsep diri objektif, artinya suatu pandangan/gambaran atau persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri sehingga terbentuk citra diri (self image).
  2. Konsep diri subjektif, artinya penilaian individu terhadap dirinya sendiri yang akan membentuk penerimaan terhadap dirinya (self acceptance) serta akan membentuk harga dirinya (self esteem).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa konsep diri adalah cara pandang atau penilaian individu terhadap dirinya sendiri, baik yang bersifat fisik, sosial maupun psikologis. Konsep diri ini terbangun dari hasil interaksinya dengan orang lain serta pengalaman-pengalaman yang dilalui semasa hidupnya.


Ciri-Ciri Konsep Diri

William D Brooks dan Philip Emmert menjelaskan bahwa ciri-ciri konsep diri negatif dan positif, yaitu sebagaimana berikut ini:

1. Ciri-ciri konsep diri positif

  • Memiliki kemampuan problem solving yang baik.
  • Memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan merasa setara dengan orang lain.
  • Menerima pujian tanpa rasa malu.
  • Menyadari bahwa setiap orang mempunyai beragam perasaan, keinginan, dan perilaku yang tidak seluruhnya diterima atau disetujui oleh masyarakat.
  • Memiliki keinginan dan harapan untuk emperbaiki dirinya secara terus menerus karena ia menyadari adanya aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan kemudian berusaha untuk mengubahnya.


2. Ciri-ciri konsep diri negatif
  • Sensitif terhadap adanya kritikan. Seseorang dengan konsep diri negatif akan mudah menunjukkan mudah marah ketika ada koreksi terhadap dirinya. Hal ini disebabkan individu tersebut mempersepsikan kritikan yang datang kepadanya sebagai upaya menjatuhkan harga dirinya.
  • Responsif sekali terhadap pujian. Seseorang dengan konsep diri negatif akan menunjukkan sikap pura-pura menghindari pujian dan sesuatu yang menunjang harga dirinya.
  • Krisis berlebihan. Artinya, seseorang dengan konsep diri negatif lebih mudah mengeluh ketika timbul permasalahan dalam hidupnya, mudah mencela siapapun, tidak sanggup dan tidak pandai mengungkapkan penghargaan atau pengakuan pada orang lain.
  • Merasa tidak disenangi orang lain. Oleh karenanya ia bereaksi negatif terhadap orang lain. Dalam menjalin persahabatan, ia tidak pernah melahirkan kehangatan dan keakraban. Ia cenderung menganggap dirinya sebagai korban dalam sistem sosial yang tidak beres dan tidak pernah mempersalahkan dirinya.
  • Mudah pesimis ketika harus dihadapkan dengan sebuah kompetisi.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri


Saat usia remaja merupakan momen terpenting dalam proses pembentukan konsep diri. Hal ini disebabkan pada usia-usia tersebut remaja akan berusaha untuk menyesuaikan antara konsep diri ideal yang dibangun berdasarkan cita-cita dan harapannya dengan konsep diri real, yaitu keadaan diri yang sesungguhnya.

Konsep diri muncul sebagai pengalaman yang didapatkan dari proses interaksi dengan orang-orang yang ada di  sekitarnya. Dan berikut ini adalah faktor- faktor yang memengaruhi konsep diri seorang individu:

  1. Orang lain, artinya seseorang akan mengenal dirinya dengan terlebih dahulu harus mengenal orang lain. Seseorang yang sudah mengenali dirinya akan lebih mudah untuk membentuk konsep dirinya sendiri.  Jika kita diterima oranglain, dihormati, dan disegani karena keadaan kita, kita cenderung untuk menerima dan menghormati diri kita sendiri.
  2. Kelompok rujukan grup (role model), artinya teladan dalam hidup yang menjadi rujukan di mana secara emosional mengikat, dan berpengaruh dalam pembentukkan konsep diri.
  3. Pengalaman hidup, yaitu khususnya pengalaman dalam hal kemampuan interpersonal, yang mana dapat memunculkan perasaan positif dan berharga dalam diri seseorang.
  4. Aktualisasi diri, artinya implementasi dan realisasi dari potensi yang sebenarnya
  5. Usia kematangan, artinya kemampuan individu dalam mengekspresikan dirinya ketika berjuang demi mencapai masa depan yang ditandai dengan sikap berani, tekun, mandiri, dan bertanggung jawab saat dihadapkan dengan sebuah komitmen.
  6. Penampilan diri, artinya tampilan fisik dapat menimbulkan daya tarik sehingga mendatangkan adanya dukungan sosial.
  7. Hubungan keluarga, artinya melalui hubungan yang erat dan hangat dengan keluarga akan membuat remaja lebih mudah untuk mengembangkan pola kepribadiannya melalui identifikasi dengan anggota keluarga tersebut.

Aspek–Aspek Konsep Diri



Menurut Bracken konsep diri terdiri dari beberapa aspek, yaitu aspek internal dan eksternal yang secara spesifik dapat dibagi atas enam aspek seperti penjelasan di bawah ini:

a. Academic Self-Concept

Konsep diri akademik merupakan suatu pandangan seseorang atas dirinya yang berkaitan dengan kemajuan akademik dan kemampuan intelektualnya yang telah dicapai. Aspek yang satu ini biasanya ditandai dengan seseorang tersebut lebih mudah menerima ide ataupun saran dari orang lain. Sebagai mana dengan peribahasa "Bagaikan padi, semakin masak semakin merunduk.".

b. Affect Self-Concept

Kesadaran diri dan penerimaan terhadap perasaan seseorang dan masalah atau kondisi yang berkaitan dengan perasaan yang dialami individu. Misalnya individu mudah merasa malu, marah, sedih, atau cemas. Kemampuan dalam mengatasi emosi negatif dan mempertahankan sikap positif adalah kunci untuk mempertahankan konsep diri yang positif.

c. Competence Self-Concept

Kompetensi didefenisikan sebagai evaluasi seseorang mengenai dirinya dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

d. Family Self-Concept

Bagaimana perasaan seseorang tentang dirinya sebagai anggota keluarga yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal individu didalam keluarganya meliputi kesehatan, pola asuh, keberhasilan dan kegagalan didalam keluarga.

e. Phisycal Self-Concept

Konsep diri fisik pada dasarnya adalah bagaimana perasaan seseorang tentang fisiknya termasuk penampilan, kesehatan dan keterbatasan, dan kecakapan.

f. Social Self-Concept

Konsep diri sosial mencerminkan apa yang dirasakan seseorang tentang kemampuannya untuk berinteraksi dengan orang lain, dan diterima oleh masyarakat.


Hubungan Konsep Diri dengan Kepercayaan Diri


Kepercayaan diri seseorang apat diperoleh dari pengalaman hidupnya. Salah satu aspek kepribadian ini harus dimiliki oleh seseorang sehingga dalam menjalankan kehidupannya ia tidak mudah terpengaruh oleh orang lain dan mampu bertanggung jawab atas pilihannya tersebut.

Untuk menuju kesuksesan tidak selalu sesuai dengan apa yang dibayangkan, dalam arti apa yang dilakukan belum tentu sesuai dengan harapan. Oleh karenanya, seseorang membutuhkan adanya tingkat rasa kepercayaan diri yang tinggi agar dapat berfikir secara optimis, bahwa pada saat-saat tertentu ketika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan keinginan, maka tidak akan merasa kecewa dan putus asa. 

Untuk mencapai sebuah kesuksesan dalam situasi yang penuh dengan tantangan tersebut dibutuhkan konsep diri bagaimana ia menilai, memandang dan merasakan tantangan itu. Sejauh mana individu merasa bahwa yang akan atau sedang dihadapinya akan berjalan baik-baik saja.

Dengan demikian, sebuah konsep diri mempunyai hubungan dengan kepercayaan diri individu. Semakin positif konsep diri seseorang maka semakin positif kepercayaan dirinya. Begitu juga sebaliknya, jika konsep diri seseorang negatif maka semakin negatif kepercayaan dirinya tersebut.

0 komentar

Post a Comment