Pengertian Augmented Product, Jenis, Manfaat, dan Spesifikasinya

Augmented product adalah sebuah produk atau layanan yang ditawarkan oleh produsen di luar dari produk inti (core product) yang ada. Produk tambahan “augment product” meliputi fitur dan jasa yang menambahkan nilai transaksi di luar harapan pelanggan. 

Banyak pelanggan yang menganggap bahwa augmented product ini tidaklah diperlukan. Akan tetapi di dalam banyak hal, hal itu bisa menjadi kunci pembeda (key differentiator) dari para competitor atau pesaing di industri yang sama.

Sebagai contoh, Shopee sebagai e-commerce (marketplace) di Indonesia memberikan layanan gratis ongkir dengan syarat produk yang dibeli konsumen pada tingkat harga tertentu. Hal ini merupakan tindakan nyata dalam menanggapi keluhan dari masyarakat yang tinggal di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang mana biaya ongkos kirim (ongkir) yang seringkali lebih mahal dibandingkan harga produk yang dibelinya.

Apple TV+, Contoh Augmented Product dari Apple


Pengertian Augmented Product


Perusahaan perlu memperhatikan aspek sebuah produk agar memudahkan dalam mempelajari strategi produk. Terdapat tiga aspek dari sebuah produk, yaitu:

  1. Produk inti (Core Product), yaitu keuntungan apa yang akan didapatkan oleh konsumen ketika mengonsumsi (mengenakan) produk tersebut.
  2. Produk yang diperluas (Augmented Product), yaitu fitur atau layanan produk yang ditambahkan sehingga produk tersebut dapat dibedakan dengan produk pesaingnya/ 
  3. Produk formal (Formal Product), yaitu barang yang dijual mulai dari merek, desain, hingga packagingnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa augmented product adalah berbagai atribut produk yang ditawarkan produsen sehingga memberikan nilai manfaat dan membuat konsumen semakin puas atas produk barang/jasa yang dikonsumsinya. 


Jenis-Jenis Augmented Product


Adapun jenis produk tambahan dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Produk tambahan pada saat pembelian

Yaitu produk/layanan tambahan yang diberikan produsen kepada konsumennya pada saat transaksi penjualan berlangsung. 

Sebagai contoh, dalam pembelian sepeda motor Yamaha Jupiter  konsumen biasanya akan langsung mendapatkan produk tambahan dari produk inti, seperti helm, jaket, kaos, gantungan kunci, atau  stiker.

2. Produk tambahan setelah pembelian

Yaitu produk atau pelayanan tambahan yang diberikan produsen kepada konsumennya setelah transaksi jual beli selesai. 

Sebagai contoh, dalam pembelian motor Yamaha Jupiter setelah pembelian konsumen akan mendapatkan augmented product seperti, suku cadang atau spare part, servis dan ganti oli gratis, cuci sepeda motor gratis, kupon undian, dan lain sebagainya.

Manfaat Augmented Product

Perusahaan mewujudkan augmented product bertujuan untuk menawarkan jasa pelayanan tambahan guna memuaskan konsumen. Sebagai contoh, customer service (CS) menanggapi dengan baik klaim dari konsumen dan perusahaan menyediakan layanan lewat telepon, media sosial, atau media komunikasi lainnya untuk mengatasi masalah atau menjawab pertanyaan.

Augmented product ini akan sangat bermanfaat bagi konsumen atau penggunanya. Adapun manfaat augmented product adalah sebagai berikut:

  1. Menjadi variasi pilihan konsumen dalam menentukan pembelian. 
  2. Adanya augmented product akan membuat suatu produk menjadi lebih bermutu dan berkualitas.
  3. Dengan adanya ragam augmented product ini akan semakin memberikan daya tarik pada konsumen.
  4. Menjadi suatu cara untuk memenuhi kepuasan konsumen.
  5. Membedakannya dengan produk pesaing atau competitor.
  6. Meningkatkan volume penjualan.


Spesifikasi Augmented Product

Via Mantuidaman.com

Sebagaiman diketahui bersama bahwa augmented product dapat merupakan barang nyata atau jasa agar dapat lebih memuaskan konsumen. Dalam merencanakan pemasaran produknya, perusahaan harus memperhatikan beberapa spesifikasi dari produk tambahan, yaitu diantaranya meliputi:

1. Informasi

Informasi merupakan sarana yang digunakan oleh perusahaan untuk menginformasikan kepada konsumennya terkait bagaimana cara mendapatkan suatu produk barang/jasa yang dijualnya, serta informasi lain yang terkait, seperti waktu jam buka pelayanan, daftar harga, dan lain sebagainya.

2. Penerimaan Pesan (order taking)

Karyawan memberikan layanan berupa penerimaan pesanan/pesan (order taking) yang sebaiknya dijalankan sesuai dengan SOP perusahaan. Mereka harus bekerja dengan sopan, cepat dan akurat sehingga waktu pelanggan tidak terbuang dengan sia-sia.

Misalnya, restoran cepat saji, penerimaan pesanan dari konsumen dapat dilakukan langsung di loket pelayanan. Selanjutnya, kasir yang juga bertindak sebagai pelayan akan memberi tahu bagian dapur untuk membuatkan makanan sesuai order dari konsumen. 

3. Penagihan

Tagihan atau billing merupakan sebuah dokumen yang berfungsi sebagai bukti pengeluaran barang/jasa di atas pelanggan. Konsumen tentu saja menginginkan penagihan (billing) yang jelas dan terperinci sehingga ada saling kepercayaan antara produsen dengan konsumen.

Misalnya, restoran siap saji menggunakan billing ketika ada pesanan datang dari konsumennya. Jadi, ketika konsumen order pilihan menu makanan, pelanggan akan diberikan informasi jumlah pembeliannya melalui angka yang tertera pada mesin kas register. Setelah pembayaran dilakukan, pihak restoran akan memproses pesanan tersebut.

4. Metode Pembayaran

Konsumen dapat membayar dengan cepat dan bahan disertai perasaan senang jika mereka mendapatkan suatu transaksi yang mudah dan nyaman bagi mereka. 

Misalnya, di restoran siap saji menyediakan metode pembayaran (payment) yang tidak hanya secara tunai, melainkan juga cashless. Semakin banyak metode pembayaran yang ditawarkan akan semakin memudahkan konsumennya. Sebagai contoh, terdapat metode pembayaran dengan kartu debit/kredit, dan juga dompet digital yang bekerja dengan sistem pembayaran QRIS seperi DANA, OVO, GoPay, dan lain sebagainya.

5. Konsultasi

Spesifikasi augmented product selanjutnya adalah layanan konsultasi. Pihak produsesn memberikan nilai tambah yang menjadi keunggulan pemberi barang/jasa, yaitu dengan memberi pelayanan yang terkustomisasi atau tailored made (disesuaikan) bagi pelanggan. 

Misalnya, di restoran siap saji, karyawan yang berada di lini depan, yaitu kasir dapat memberikan layanan konsultasi (consultation) ketika pelanggan menanyakan produk yang mereka inginkan. Dan di tempat kasir tersebut, pelanggan juga dapat mengganti, menambahkan atau mengurangi produk yang ingin dibelinya. 

Sebagai contoh, dari menu paket yang ditawarkan, konsumen dapat menambahkan jenis minuman dari minuman bersoda ditambah dengan satu gelas teh lemon (lemon tea). Lalu, pada paket hemat Hokben, konsumen dapat memesannya dengan atau tanpa saus, dan lain sebagainya. 

Dengan adanya layanan seperti ini, konsumen akan merasa puas karena dapat  memesan produk yang benar-benar sesuai dengan keinginannya.

6. Keramahan

Ketika mengunjungi suatu stand jualan, konsumen diberikan layanan yang membuat mereka merasa dilayani dengan sepenuh hati. Sebagaimana pepatah yang sudah sering kita dengar bahwa “Pelanggan adalah raja”, sehingga konsumen harus mendapatkan pelayanan yang ramah.

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu augmented product dan jenis-jenisnya. Bagi seorang seller, augmented product adalah hal yang cukup penting untuk dipahami. Adanya augmented product tersebut akan memberikan nilai tambah yang bermanfaat dan bisa dirasakan oleh konsumen. Dengan demikian, konsumen akan tertarik untuk membelinya kembali atau merekomendasikan produk tersebut kepada teman atau kerabatnya.

0 komentar

Post a Comment