Perbedaan Proofreading dan Editing, Tips Melakukan, dan Biaya yang Dibutuhkan

Author -  Admin Pengadaan

Salah satu aktivitas yang umum dilakukan sebelum menerbitkan teks atau naskah adalah proofreading. Proofreading adalah aktivitas yang harus dilakukan dan diselesaikan dalam rangkaian upaya untuk menerbitkan beragam jenis naskah, dari mulai buku, makalah, artikel, brosur, jurnal, dan lamaran kerja.


Proofreading merupakan aktivitas yang mirip dengan editing. Mirip bukan berarti sama, keduanya jelas berbeda. Semakin banyaknya pembuatan konten membuat aktivitas editing dan proofreading semakin penting keberadaannya. Saat ini menemukan jasa editingdan proofreading di internet bukan lah hal yang sulit untuk dilakukan.




Pengertian Proofreading


Proofreading dapat diartikan sebagai aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks. Proofreading adalah kegiatan yang pasti dilakukan sebelum menerbitkan atau membagikan naskah Proofreading umumnya dilakukan di perusahaan penerbit, lingkungan akademis, dan produsen artikel dan konten berbentuk teks.


Tujuan utama proofreading adalah menemukan kesalahan penulisan, dari mulai tanda baca, salah ketik, salah format, inkonsistensi, dan semua hal yang ada hubungannya dengan teks. Proofreading tidak bertujuan mengubah struktur tulisan, bahasa, dan apalagi hal-hal yang berkaitan dengan isi dari naskah.


Proofreading biasanya dilakukan pada salinan dari teks yang akan diperiksa. Proodreader akan menandai koreksi dengan tanda khusus. Sementara untuk teks digital, proofreader umumnya bisa membuat koreksi langsung dengan memanfaatkan fitur perubahan yang ada di Google Documents atau Microsoft Word.

Proofreading vs Editing


Editing dan proofreading adalah dua tahap yang pasti dilewati sebelum suatu naskah diterbitkan. Keduanya diperlukan untuk mengkoreksi teks, membuat teks lebih baik, dan menyempurnakan naskah. Keduanya merupakan aktivitas yang berbeda. Proofreading dan editing merupakan dua tahap akhir pembuatan teks.


Umumnya, proofreading dilakukan setelah editing selesai dilakukan. Memahami perbedaan keduanya penting untuk siapapun, terutama penulis dan calon proofreader. Berikut adalah perbedaan antara proofreading dengan editing.

  • Editing dapat melibatkan perubahan besar pada struktur dan bahasa pada suatu konten. Proofreading hanya fokus pada koreksi dari kesalahan kecil dan inkonsistensi pada suatu konten.
  • Proofreading adalah aktivitas untuk mengoreksi hal-hal yang tampak di permukaan, contohnya tata bahasa dan kesalahan penulisan. Proofreading membuat naskah terlihat jelas dan benar.
  • Editing adalah aktivitas untuk meningkatkan kualitas naskah, contohnya membuat struktur yang baik dan membuat teks enak dibaca. Editing membuat isi dari naskah mudah diketahui dan dicerna.


Tips Melakukan Proofreading


Proofreading merupakan sebuah keterampilan yang wajib dimiliki oleh siapapun yang berkecimpung di dunia pembuatan konten. Proofreading bukan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Jika tidak menggunakan kasa proofreading, Anda bisa melakukan hal tersebut pada konten yang sedang Anda buat.



Berikut beberapa tips proofreading yang bisa diterapkan untuk membuat aktivitas tersebut menjadi optimal.


1. Selesaikan Pengeditan


Sebelum memulai proofreading, Anda harus terlebih dahulu menyelesaikan pengeditan. Proofreading adalah aktivitas yang menjadi akhir dari proses pembuatan tulisan. Sebaiknya tidak melakukan pengeditan dan proofreading secara bersamaan. Teks yang akan Anda koreksi harus sudah selesai direvisi.


Hal tersebut dilakukan agar koreksi teks yang Anda lakukan benar-benar efektif. Menjadi hal yang mubazir jika teks sudah dikoreksi, ternyata terdapat sesuatu yang membuat Anda harus menyusun kembali struktur tulisan atau bahkan menulis ulang konten. Lakukan proofreading hanya pada teks versi paling akhir.


2. Fokus dan Lakukan di Waktu yang Tepat


Pastikan, Anda melakukan proofreading dengan konsentrasi penuh dimana tidak ada aktivitas lain yang bisa mengganggu konsentrasi. Pilihlah waktu yang tepat dimana proofreading adalah aktivitas utama Anda. Beristirahatlah jika lelah mata dan pikian. Hal berbeda tentu bisa terjadi jika Anda memang dikejar deadline.


3. Manfaatkan Fitur dan Shortcut di Ms. Word


Microsoft Word masih menjadi program pengolah kata paling populer di dunia. Jika Anda menggunakan Ms. Word untuk melakukan proofreading, sangat dianjurkan untuk memanfaatkan dengan baik beragam fitur dan shortcut yang bisa mempercepat proofreading. Selain cepat, kerja Anda juga bisa menjadi lebih efektif.


Fitur semacam Spell Check, Find, dan Replace harus Anda manfaatkan dengan baik agar bisa menemukan dan memperbaiki kesalahan dalam satu kali kerja saja. Waktu yang bisa Anda hemat jumlahnya bisa banyak. Prinsip sama diterapkan untuk Anda yang menggunakan program serupa dengan Microsoft Word.


4. Koreksi Melalui Cetakan


Tidak semua orang nyaman bekerja berjam-jam dengan layar dan aplikasi digital. Beberapa orang memilih cara klasik untuk melakukan proofreading, tepatnya dengan melakukannya dari cetakan (fisik) naskah. Proofreading adalah aktivitas yang memerlukan konsentrasi yang tinggi dan mata yang selalu segar. 


Nah jika Anda mengalami masalah melakukan proofreading dari layar komputer atau laptop, maka Anda selalu bisa melakukan hal tersebut tanpa harus memandang layar. Dengan melakukan proofreading di cetakan, mata tidak akan mudah lelah karena terekspos radiasi atau terangnya cahaya layar komputer atau laptop.


5. Gunakan Jasa Proofreading


Terdapat beberapa alasan kenapa Anda sebaiknya menggunakan jasa proofreading ketimbang melakukannya sendiri. Beberapa alasan tersebut adalah Anda tidak mahir melakukan proofreading, Anda tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan hal tersebut, dan percaya penuh pada jasa proofreading.


Saat ini, jasa proofreading sudah semakin mudah ditemukan. Proofreading Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan bahasa lainnya bisa ditemukan di internet. Karena semakin banyak dan berkembang, kualitas dari jasa proofreading pun semakin meningkat. Selama anggaran tersedia, kenapa tidak mencobanya.


Biaya dan Tips Memilih Jasa Proofreading


Selain kebutuhan, hal yang umumnya menjadi pertimbangan apakah harus atau akan menggunakan jasa proofreading adalah biaya proofreading. Biaya proofreading itu bervariasi dan bisa bergantung pada lokasi, reputasi, dan pengalaman dari proofreader. Tarif proofreading bisa dihitung per jam atau bahkan per kata.


Umumnya, jasa proofreading menawarkan paket atau daftar hal apa yang akan dilakukan pada teks. Semakin banyak dan semakin kompleks, biayanya pun umumnya semakin mahal. Sebelum memilih jasa proofreading, Anda harus mematikan terlebih dahulu apakah Anda membutuhkan jasa proofreading.


Jika mantap membutuhkan, maka langkah selanjutnya adalah memilih jasa proofreading yang terpercaya. Lakukan pemeriksaan portofolio dan testimoni dari klien. Anda juga bisa meminta contoh hasil naskah yang sudah diperiksa dan dikoreksi. Terakhir, hanya gunakan jasa yang diperlukan agar biayanya tidak mahal.


Bersama editing, proofreading adalah aktivitas yang harus Anda lakukan sebelum mempublikasikan beragam jenis teks. Jika proofreading tidak dilakukan dengan baik, sebaik apapun isi dari tulisan, tulisan tersebut tidak akan nyaman dibaca dan pembaca tidak akan menemukan intisari dari tulisan tersebut.

0 komentar

Post a Comment