8 Ciri Khas Strategi Differentiated Marketing Dan Contohnya

Author -  Lubis Muzaki

Strategi pemasaran merupakan unsur krusial dalam aktivitas bisnis yang bertujuan untuk mencapai keberhasilan perusahaan. 

Dalam konteks ini, strategi pemasaran terdiferensiasi (differentiated marketing) menjadi salah satu pendekatan yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. 

Strategi pemasaran terdiferensiasi menonjolkan ciri khasnya dengan mengadopsi pendekatan yang mengakui keragaman pelanggan. 

Dalam strategi ini, perusahaan tidak hanya menawarkan produk atau layanan seragam kepada seluruh pasar, melainkan secara khusus merancang penawaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi setiap segmen pasar.



Pengertian Strategi Differentiated Marketing



Differentiated marketing dapat diartikan sebagai strategi pemasaran di mana suatu perusahaan secara sadar menyesuaikan produk atau layanannya untuk memenuhi tuntutan pasar yang beragam. 

Dalam konteks ini, perusahaan tidak hanya mengejar keseragaman dalam penawaran produk, melainkan mengadopsi pendekatan yang membedakan antara segmen konsumen.

Inti dari strategi ini adalah menciptakan produk atau layanan yang memiliki daya tarik unik untuk setiap segmen, memungkinkan perusahaan untuk mencapai sejumlah besar kelompok target pasar dengan efektif.

Berlawanan dengan differentiated marketing, terdapat strategi lain yang dikenal sebagai concentrated marketing. Concentrated marketing menitikberatkan pada satu segmen pasar dengan fokus yang sangat kuat. Sementara differentiated marketing menargetkan berbagai segmen, concentrated marketing memusatkan upaya pada satu segmen tertentu.



Ciri Khas Strategi Differentiated Marketing


1. Segmentasi Pasar yang Jelas

Ciri pertama dari strategi pemasaran terdiferensiasi adalah segmentasi pasar yang jelas. Proses ini melibatkan identifikasi dan pemahaman mendalam terhadap keberagaman pelanggan, yang kemudian diartikan dalam pembagian pasar menjadi segmen-segmen yang memiliki karakteristik, kebutuhan, atau perilaku yang berbeda.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan teknologi dapat melakukan segmentasi berdasarkan tingkat pemahaman teknologi pelanggan atau berdasarkan tujuan penggunaan produk, sehingga memungkinkan penyusunan strategi pemasaran yang lebih terarah.


2. Produk dan Layanan yang Disesuaikan

Ciri lainnya adalah komitmen untuk menyediakan produk atau layanan yang disesuaikan dengan setiap segmen pasar. 

Dalam industri makanan, sebagai contoh, perusahaan yang menerapkan strategi terdiferensiasi dapat menyajikan variasi menu yang mencerminkan preferensi kuliner yang berbeda di berbagai segmen, seperti vegetarian, penggemar daging, atau penyuka makanan eksotis. Penyediaan variasi ini dapat mencakup bahan baku, penyajian, dan presentasi produk yang disesuaikan dengan keinginan setiap segmen.


3. Pesan Pemasaran yang Disederhanakan

Dalam strategi pemasaran terdiferensiasi, pesan pemasaran yang disederhanakan dan relevan menjadi ciri penting. Misalnya, perusahaan otomotif yang menargetkan segmen yang lebih muda dan berorientasi pada teknologi dapat menyusun pesan pemasaran yang menekankan fitur teknologi canggih dalam kendaraan mereka. 

Di sisi lain, untuk segmen yang lebih tua dan lebih menekankan keamanan, pesan pemasaran dapat difokuskan pada fitur keamanan dan keandalan kendaraan.


4. Pengelolaan Portofolio Produk yang Efektif

Penerapan strategi pemasaran terdiferensiasi tidak hanya melibatkan penyesuaian produk dan komunikasi, tetapi juga membutuhkan pengelolaan portofolio produk yang efektif. Perusahaan harus memastikan bahwa lini produk yang dimiliki mencakup variasi yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beragam segmen pasar dengan baik.

Pengelolaan portofolio produk yang baik membutuhkan pemahaman mendalam tentang seluruh lini produk perusahaan. Perusahaan harus mengevaluasi kinerja setiap produk dalam konteks segmen pasar yang dijajaki. 

Apakah setiap produk memberikan nilai tambah yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing segmen? Jika diperlukan, perusahaan dapat mempertimbangkan pengembangan produk baru yang secara spesifik ditujukan untuk memenuhi kebutuhan segmen pasar yang belum terpenuhi dengan baik.

Sebagai contoh, perusahaan teknologi dapat memiliki lini produk yang mencakup ponsel cerdas dengan fitur yang lebih canggih untuk segmen pasar yang mengutamakan teknologi, sementara juga menyediakan produk yang lebih sederhana dan terjangkau untuk segmen pasar yang lebih fokus pada nilai fungsional.


5. Komunikasi Efektif dengan Konsumen

Selain pengelolaan portofolio produk, strategi pemasaran terdiferensiasi juga menuntut komunikasi yang efektif dengan konsumen di masing-masing segmen pasar. Komunikasi ini melibatkan penggunaan berbagai saluran, termasuk iklan, promosi, media sosial, atau acara promosi.

Komunikasi pemasaran yang efektif adalah kunci untuk memastikan bahwa pesan yang disampaikan relevan, menarik, dan sesuai dengan karakteristik serta preferensi segmen pasar. Dalam mengimplementasikan komunikasi ini, perusahaan perlu mempertimbangkan nuansa budaya, linguistik, dan psikologis yang mungkin memengaruhi bagaimana pesan diterima oleh masing-masing segmen.

Sebagai contoh, perusahaan mode yang menerapkan strategi terdiferensiasi dapat mengadopsi pendekatan komunikasi yang berbeda untuk segmen pasar yang lebih muda, yang mungkin lebih responsif terhadap gaya kreatif dan bahasa informal, dibandingkan dengan segmen pasar yang lebih tua yang mungkin lebih memperhatikan kualitas dan ketenangan dalam pesan pemasaran.


6. Persaingan yang Beragam

Dalam konteks strategi pemasaran terdiferensiasi, perusahaan dihadapkan pada realitas persaingan yang beragam di berbagai segmen pasar. Setiap segmen mungkin memiliki pesaing yang berbeda, dan pemasar harus memiliki kemampuan untuk bersaing secara efektif di setiap arena untuk mencapai kesuksesan. 

Pemahaman yang mendalam tentang pesaing di setiap segmen adalah kunci, memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang mungkin dihadapi.

Pemasar harus memiliki kepekaan untuk mengukur kekuatan dan kelemahan pesaing di setiap segmen pasar. Ini tidak hanya melibatkan analisis produk dan layanan pesaing, tetapi juga pemahaman tentang strategi pemasaran mereka, pendekatan komunikasi, dan strategi harga. 

Persaingan yang beragam ini mendorong perusahaan untuk terus melakukan penyesuaian dan inovasi agar tetap relevan di setiap segmen.


7. Keunggulan Kompetitif

Ciri khas lain dari strategi pemasaran terdiferensiasi adalah kemampuan untuk menciptakan keunggulan kompetitif di pasar. Keunggulan ini mungkin muncul dari berbagai aspek, seperti kualitas produk, pengalaman pelanggan, layanan pelanggan, harga yang kompetitif, atau citra merek yang kuat. 

Dengan menyediakan variasi produk, pesan pemasaran yang disesuaikan, dan komunikasi yang efektif, perusahaan dapat mencapai posisi yang lebih kuat dan menarik lebih banyak pelanggan daripada pesaing.

Keunggulan kompetitif adalah hasil dari pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan pelanggan di setiap segmen dan kemampuan untuk memberikan nilai tambah yang unik. Sebagai contoh, perusahaan yang menawarkan pelayanan pelanggan yang superior dapat membangun keunggulan kompetitif dengan menciptakan pengalaman pelanggan yang membedakan dari pesaingnya.


8. Pengelolaan yang Efisien

Implementasi strategi pemasaran terdiferensiasi menuntut tingkat pengelolaan yang tinggi untuk mengatasi kompleksitas dari berbagai segmen pasar. 

Manajemen yang efisien diperlukan untuk memantau dan mengelola aspek-aspek kunci seperti penjualan, inventaris, dan layanan pelanggan di setiap segmen. 

Pengelolaan yang baik tidak hanya memastikan kelancaran operasional, tetapi juga membantu dalam menjaga kualitas pelayanan dan memastikan kepuasan pelanggan di semua segmen.


Keunggulan Strategi Differentiated Marketing


Strategi pemasaran terdiferensiasi tidak hanya memberikan pandangan mendalam tentang ciri-ciri strategi ini, tetapi juga membuka pintu bagi sejumlah keunggulan yang dapat memberikan dampak positif pada bisnis. 

Tanpa menunggu waktu lama, mari kita telaah beberapa keunggulan yang dapat diakui dari penerapan strategi pemasaran terdiferensiasi.


1. Memenuhi Kebutuhan Konsumen

Salah satu keunggulan paling mencolok dari strategi pemasaran terdiferensiasi adalah kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih spesifik. 

Dengan memahami keberagaman konsumen dan membagi target pasar menjadi segmen yang terfokus, perusahaan mampu menyajikan produk atau layanan yang lebih sesuai dengan preferensi masing-masing konsumen.


2. Meningkatkan Jangkauan Target Pasar

Dalam dunia pemasaran yang kompleks, strategi pemasaran terdiferensiasi membuka pintu bagi peningkatan jangkauan target pasar. 

Dengan memfokuskan upaya pemasaran pada segmen tertentu, perusahaan mampu menjangkau audiens yang mungkin terabaikan dalam pendekatan pemasaran konvensional. Segmentasi yang cermat menghasilkan lebih banyak peluang untuk terhubung dengan pelanggan potensial yang sejalan dengan karakteristik dan preferensi tertentu.


3. Meningkatkan Penjualan Produk

Pencapaian tujuan penjualan merupakan inti dari keberhasilan setiap bisnis. Melalui strategi pemasaran terdiferensiasi, penjualan produk dapat mengalami peningkatan yang signifikan. 

Dengan memahami kebutuhan dan keinginan setiap segmen pasar, perusahaan dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih relevan dan memikat. Hasilnya, tidak hanya terpenuhinya ekspektasi konsumen, tetapi juga peningkatan dalam volume penjualan produk secara keseluruhan.


4. Menjadikan Perusahaan Lebih Kompetitif

Keunggulan kompetitif adalah tujuan utama setiap perusahaan, dan strategi pemasaran terdiferensiasi memberikan fondasi yang kuat untuk mencapainya. Dengan menangkap pangsa pasar yang lebih besar, meningkatkan penjualan, dan memenuhi kebutuhan konsumen secara unik, perusahaan menjadi lebih kompetitif di pasar yang serba dinamis. 

Kelebihan ini semakin terasa jika pesaing tidak mengadopsi strategi yang sama, memberikan perusahaan keunggulan tambahan dalam persaingan bisnis.


5. Peningkatan Kepercayaan dan Loyalitas Pelanggan

Keunggulan strategi pemasaran terdiferensiasi juga dapat terlihat dalam peningkatan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Dengan menyediakan produk atau layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap segmen, perusahaan dapat membangun ikatan emosional dengan konsumen. 

Pelanggan merasa dihargai karena produk atau layanan yang dirancang khusus untuk mereka, sehingga meningkatkan kepercayaan dan keinginan untuk tetap setia pada merek atau perusahaan.


6. Fleksibilitas dalam Penetapan Harga

Strategi pemasaran terdiferensiasi memberikan fleksibilitas dalam penetapan harga. Dengan memahami segmen pasar yang berbeda, perusahaan dapat menyesuaikan strategi harga sesuai dengan persepsi nilai dari setiap segmen. 

Beberapa segmen mungkin lebih bersedia membayar harga premium untuk produk atau layanan yang disesuaikan, sementara segmen lain mungkin lebih responsif terhadap penawaran yang lebih terjangkau. Fleksibilitas ini memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan pendapatan dan profitabilitas.


7. Stimulasi Inovasi Produk

Penerapan strategi pemasaran terdiferensiasi mendorong stimulasi inovasi produk. Perusahaan cenderung terdorong untuk terus meningkatkan dan mengembangkan produk baru atau varian produk yang dapat lebih baik memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan di setiap segmen.

Hal ini menciptakan lingkungan yang mendorong penelitian dan pengembangan, membantu perusahaan untuk tetap relevan dan menarik di mata konsumen.




Contoh Implementasi Differentiated Marketing


1. Dove, Produk Unilever

Dove memiliki lini produk yang luas untuk perawatan rambut, kulit, mencakup sabun mandi, body wash, dan produk perawatan rambut. 

Mereka mengadopsi Differentiated Marketing dengan menyediakan varian untuk berbagai jenis kulit, seperti Dove Beauty Bar untuk kulit kering dan Dove Sensitive Skin untuk kulit sensitif. 

Pendekatan ini memungkinkan mereka menjangkau berbagai segmen konsumen dengan kebutuhan perawatan kulit yang spesifik.

2. Industri Gadget Elektronik

Dalam industri gadget elektronik, perusahaan dapat menerapkan differentiated marketing dengan menyajikan produk yang disesuaikan untuk segmen pasar tertentu. 

Misalnya, perusahaan smartphone dapat menawarkan varian produk dengan spesifikasi kamera yang unggul untuk menarik konsumen yang lebih berfokus pada fotografi. 

Di sisi lain, produk dengan daya tahan baterai yang lama dapat menargetkan konsumen yang sering beraktivitas di luar ruangan dan membutuhkan perangkat yang tahan lama.


3. Layanan Telekomunikasi

Perusahaan layanan telekomunikasi dapat mengadopsi differentiated marketing dengan menawarkan paket layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. 

Sebagai contoh, mereka dapat menyediakan paket data yang lebih besar untuk konsumen yang sering menggunakan internet untuk streaming video atau gaming. Di samping itu, paket layanan komunikasi suara tanpa batas dapat menarik perhatian konsumen yang lebih suka berkomunikasi melalui panggilan suara.


4. Industri Pariwisata

Dalam industri pariwisata, perusahaan dapat menggunakan differentiated marketing untuk menargetkan segmen pasar yang berbeda berdasarkan preferensi perjalanan. 

Sebuah agen perjalanan mungkin menawarkan paket liburan mewah untuk konsumen yang mencari pengalaman eksklusif, sementara sebaliknya, paket perjalanan hemat dapat menarik perhatian konsumen yang lebih mempertimbangkan anggaran.


5. Perusahaan Software

Perusahaan pengembang perangkat lunak dapat mengimplementasikan differentiated marketing dengan menawarkan produk-produk yang disesuaikan untuk kebutuhan sektor bisnis dan konsumen. 

Produk perangkat lunak untuk manajemen proyek dan kolaborasi tim dapat ditujukan untuk segmen pasar bisnis, sementara aplikasi perangkat lunak untuk produktivitas pribadi dapat menarik konsumen individu.


Dengan contoh-contoh di berbagai industri ini, terlihat bagaimana differentiated marketing dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing pasar. Pendekatan ini memberikan ruang untuk penyesuaian yang lebih detail, meningkatkan daya tarik produk atau layanan dalam berbagai segmen pasar yang beragam.

0 komentar

Post a Comment